www.comment-indonesia.cjb.net  |  www.geocities.com/comment_indonesia


Link Website
Terapi Musik
Muamalat Institute
IMZ

Dompet Dhuafa
Tazkia Institute

BMTLink
Asuransi Takaful
OKI
Bank Syariah Mandiri
Terapi Warna
Terapi Tawa
Obat Kuat
Layanan Psikoterapi
Master Hipnotis
Dewa Internet  
ModalOnline
Bank Muamalat
Bank Syariah
Bank Indonesia
E-Syariah

commentORIAL  
Minggu IV Desember 2006

Dari Kemiskinan 2006 Menuju Kemiskinan 2007

Jakarta (comment) - Kemiskinan adalah bagian dari kehidupan sebuah negara dan bangsa. Bangsa dan negara yang maju pemikirannya akan berusaha mengurangi kemiskinan rakyatnya dan bahkan menghilangkannya sama sekali agar rakyatnya sejahtera secara keseluruhan. Tahun 2006 pemerintah mengakui bahwa kemiskinan di tahun ini berada pada tingkat yang sudah membahayakan, yaitu ketimpangan antara yang mampu dan tidak sudah berada pada kondisi yang serius.

Kemiskinan telah menjadi hiasan sehari-hari negara yang memiliki limpahan sumber daya alam dan mineral ini. Sayangnya pengelolaan yang kurang baik menjadikan rakyat dan negara tidak mendapat penerimaan dari limpahan kekayaan tersebut. Negara menjadi tidak memiliki kesatuan hati dengan rakyatnya. Negara dipisahkan dan dipagari oleh birokrasi yang cenderung mempersulit rakyat, bahkan lebih jauh telah menyengsarakan rakyat.

Negara ini tengah menjalani penjajahan oleh rakyatnya sendiri. Maka tidak heran sebagian besar rakyat berada dalam kemiskinan bukan disebabkan oleh kondisi mereka sendiri, tetapi oleh sebagian rakyat yang lain yang menjalani praktek-praktek tidak terpuji.

Kondisi makroekonomi Indonesia yang relatif baik tidak bisa menjadi alat bantu signifikan untuk menghilangkan kemiskinan. Hal ini akibat kondisi makroekonomi lebih mengarah kepada kebijakan sektor moneter, bukan kepada sektor riil. Wajar bila kondisi makroekonomi tidak berperan besar dalam pengurangan kemiskinan.

Tahun 2007 yang telah berada di depan mata akan menjadi penerus dari kemiskinan 2006 bila cara pandang pemerintah masih berpihak kepada kondisi makroekonomi. Pemerintah seharusnya bisa mengakomodasi instrumen yang ada pada umat beragama di Indonesia untuk mengatasi kemiskinan. Umat Islam yang mayoritas perlu diberi tempat untuk mengaktualisasikan instrumen zakat infak wakaf dan sedekah yang pembuktiannya dalam sejarah sudah dikenal.

commentORIAL  
Minggu I Januari 2006

Ekonomi Pembangunan yang Rapuh

Jakarta (comment) - Apa yang terjadi saat ini tentang ekonomi kita adalah ekonomi yang menempatkan modal sebagai superior. Dengan demikian kita melihat bahwa yang dipelihara untuk stabil adalah makroekonomi yang bertumpu di sektor keuangan. Dalam media massa, ini diterjemahkan sebagai pasar. Adanya peristiwa politik tertentu yang dianggap tidak menguntungkan sektor keuangan, akan disebut sebagai respon pasar yang negatif. Pasar yang kerap diberitakan di koran adalah pasar yang tidak memiliki pengaruh signifikan bagi ekonomi pembangunan kita.

Pemerintah terjebak kepada upaya memelihara stabilitas di sektor tersebut, yang kemudian memperlihatkan sinyal menelantarkan kebijakan ekonomi yang berpengaruh besar bagi rakyat. Stabilitas makroekonomi jelas diperlukan agar sektor moneter dan fiskal bisa bekerja dengan baik dan berpengaruh positif bagi rakyat.

Namun ini tidak terjadi karena sektor moneter dan fiskal sendiri terjebak kepada masalah keuangan yang berpengaruh bagi donatur dan investor luar negeri serta lembaga internasional.Maka kita melihat terjadinya kelaparan, kemiskinan, bunuh diri akibat kemiskinan dan serentetan peristiwa lain yang memperburuk harkat hidup manusia.

Teori ekonomi mainstream pada dasarnya memposisikan manusia sebagai faktor produksi utama dalam aktivitas ekonomi. Sebagai faktor utam, selayaknya ia mendapatkan perhatian yang layak. Dalam lingkup negara, pemerintah bertanggung jawab menjamin seluruh rakyat mendapatkan haknya guna mengarungi kehidupan yang layak. Sayangnya teori ekonomi tentang faktor produksi ini lenyap dan diganti dengan modal. Maka globalisasi yang terjadi saat ini adalah pengejawantahan dari ekspansi modal besar ke negara yang bisa dimasuki dimana kemudian faktor produksi utama tidak mendapatkan hal yang layak karena adanya tekanan pemilik modal kepada mereka.

Ekonomi pembangunan kita memang sangat rapuh, terutama semenjak krisis moneter. Pemimpin yang memiliki visi ekonomi pembangunan komprehensiflah yang bisa memperbaiki keadaan ini.

commentORIAL  
Minggu VI Oktober 2005

Mampukah Rakyat Bertahan?

Jakarta (comment) - Kenaikan harga BBM yang sangat mengejutkan masyarakat karena persentasenya terbilang sangat besar berdampak dan berkesan. Berdampak, karena biaya transportasi naik secara signifikan, belum lagi masalah kenaikan harga barang dan jasa. Minyak tanah pun naik 3 kali lipat. Berkesan, karena kabarnya banyak yang mengalami depresi dimana sebagian mereka telah menghuni rumah sakit jiwa.

Keputusan pemerintah tergolong berani. Meskipun pihak luar negeri memberi apresiasi positif terhadap kebijakan ini, maka rakyat sebaliknya, kebanyakan mereka tidak berkomentar karena rupanya sudah mengetahui bahwa pemerintah pada dasarnya belum memperhatikan rakyatnya. Komentar rakyat kecil pun belum tentu mendapat tanggapan berarti.

Presiden karena kesulitan prosedur protokoler tidak bisa menjangkau pelosok daerah yang kebanyakan rakyat hidup menderita. Dengan tinggal di istana, presiden akan sangat sulit merasakan secara riil beban kehidupan rakyat. Meskipun sudah memberikan hidup sederhana, presiden tetap menikmati hidangan yang sehat, berbeda dengan rakyat kebanyakan.

Adalah Umar bin Khattab r.a yang melakukan kunjungan langsung ke rakyatnya dengan menyamar. Ketika mendapati seorang ibu yang tidak bisa memberi makan anaknya, Umar bertanya dan sang ibu menjawab bahwa ini karena Umar tidak memperhatikan rakyatnya. Umar pun pulang mengambil makanan dan ia menggotong langsung makanan itu untuk sang ibu. Sang ibu akhirnya mengetahui bahwa orang yang membawakan makanannya adalah Khalifah Umar bin Khattab r.a, dan Umar pun mengatakan bahwa apa yang ia lakukan adalah untuk menebus dosa dia sebagai pemimpin.

Presiden tidak mesti mencontoh habis gaya Umar, namun setidaknya Presiden lebih melihat kehidupan rakyat ketimbang angka-angka dan teori ekonomi yang pada dasarnya tidak bisa menceritakan bagaimana sesungguhnya penderitaan rakyat. Dengan kebijakan seperti saat ini mestinya Presiden bertanya, mampukah rakyat bertahan...? 

commentORIAL  
Minggu III Agustus 2005

Kesulitan Hidup dan Gelombang Akar Rumput

Jakarta (comment) - Kenaikan harga minyak dunia ternyata sangat memukul beban subsidi dalam APBN. Pemerintah berniat menaikkan harga BBM agar subsidi BBM yang demikian besar bisa dialihkan kepada masyarakat yang kurang mampu. begitu kira-kira argumen Pemerintah.

Sayangnya, masyarakat belum bisa merasakan multiplier effect pengalihan dana subsidi BBM sehingga diperkirakan dampak dari kenaikan harga BBM akibat kenaikan harga minyak dunia bukan membantu kaum miskin (meskipun secara angka berjumlah besar) namun sebaliknya akan semakin menyengsarakan orang miskin.

Jangankan orang miskin, orang yang dianggap tidak miskin (dan juga tidak kaya) oleh pemerintah pun akan merasakan dampak yang menyengsarakan. Oleh karena itu, alangkah baiknya Pemerintah betul-betul turun ke bawah melihat kesulitan hidup rakyatnya sehingga mereka bisa merasakan kenyataan hidup rakyat saat ini.

Bila perlu, pemerintah meminta masukan dari ahli sosiologi dan ahli psikologi agar menghasilkan keputusan yang sangat memperhatikan kehidupan manusia. Sudah sangat banyak orang yang bunuh diri karena kesulitan hidup yang mereka hadapi. Janganlah Pemerintah menambah jumlah orang yang tidak sanggup lagi hidup akibat kesulitan ekonomi.

Pemerintah masti menyadari bahwa kesulitan hidup yang semakin merajalela akan menghasilkan bola salju dan gelombang akar rumput yang sewaktu-waktu akan menghantam sendi-sendi kehidupan kemanusiaan.

commentORIAL  
Minggu IV Juni 2005

Redistribusi dan Pemberdayaan 

Jakarta (comment) - Munculnya kasus busung lapar ke permukaan dan kisah seorang bapak yang membawa mayat anaknya dengan KRL seolah hendak memperingatkan kita, sudahkan kita melaksanakan redistribusi aset kita kepada mereka yang membutuhkan. 

Redistribusi adalah istilah ekonomi kontemporer. Untuk istilah Islamnya adalah menunaikan zakat, infak, sodaqoh dan wakaf. Bagi umat Islam, zakat adalah sebuah kewajiban bagi mereka yang memiliki aset yang telah mencapai nisab. Sementara infak, sodaqoh atau wakaf adalah amal yang dianjurkan bagi umat Islam tanpa memperhatikan nisab. 

Redistribusi aset ini harus diiringi dengan pemberdayaan, agar mereka yang mendapatkannya mampu menjadi peribadi yang mandiri dan menciptakan pendapatan yang relatif cukup setelah mendapatkan dana zakat, infak, sodaqoh dan wakaf. 

Di antara redistribusi dan pemberdayaan terdapat profesionalisme dan sosialisasi. Dengan demikian ada 4 unsur yang satu sama lainnya saling berkaitan. Semoga kita menjadi bagian dari gerakan ini. 

commentORIAL  
Minggu II Februari 2005

Makna Hijrah dalam Perspektif Ekonomi 

Jakarta (comment) - Peristiwa hijrah adalah bagian penting dalam sejarah kenabian Rasulullah SAW. Tak heran bila peristiwa tersebut dijadikan awal penanggalan dalam Islam. HIjrah tak semata hanya melakukan perpindahan semata karena ia sarat dengan berbagai makna. 

Dari perspektif ekonomi, kita bisa melihat bahwa segera kaum yang melakukan hijrah (muhajirin) tiba di Madinah, maka Rasulullah SAW mempersaudarakan mereka dan kemudian memberikan penghidupan berupa kerjasama antara kaum Anshor dengan kaum Muhajirin dalam pertanian sehingga kedua pihak mendapatkan bagi hasil dari kerjasama yang mereka lakukan. 

Pasar Madinahpun diramaikan oleh kaum Muhajirin sehingga dalam beberapa waktu, kaum Muhajirin mampu menafkahi diri mereka. Di sini bisa terlihat bahwa sektor riil dan pengangguran menjadi fokus utama Rasulullah dalam menggerakkan ekonomi umat Islam pada masa itu. Tak heran bila Rasulullah kemudian mengharamkan praktik riba dimana selain merupakan wahyu Allah juga dilihat bahwa praktik tersebut tidak menguntungkan dan membangkrutkan. 

Dalam buku Wealth of Nation Adam Smith pun disebutkan bahwa perekonomian masa Rasulullah adalah wajah sebuah perekonomian modern dimana perdagangan (termasuk perdagangan internasional) menjadi nadi utama perekonomian. 

Perdagangan berkorelasi positif dengan sektor riil dimana terjadi perputaran uang. Semakin cepat perputaran uang akibat bergeraknya sektor riil maka dampaknya akan positif bagi perekonomian. Sementara perputaran uang dalam rekayasa pasar keuangan telah menimbulkan gelembung. Gelembung ini sangat tidak sehat karena dampaknya ke sektor riil sangat sedikit sehingga tidak berpengaruh signifikan bagi ekonomi masyarakat. 

Paul Krugman pun menyatakan bahwa resesi maupun depresi yang terjadi di dunia umumnya diakibatkan ekonomi yang mengelembung. Krisis yang melanda Indonesia hingga kinipun masih diwarnai oleh ekonomi yang menggelembung. Sebagian orang begitu memuja sektor keuangan sehingga pemulihan ekonomi sarat dengan fokus masalah keuangan. Sektor riil diabaikan dan tentu saja ekonomi tidak akan pulih. Hijrah Rasulullah SAW begitu sarat dengan makna perbaikan ekonomi. Bisakah umat Islam mengambil hikmahnya?

commentORIAL  
Minggu I Januari 2005

Dimana menyimpan uang dengan aman? 

Jakarta (comment) - Pembobolan bank yang masih terjadi hingga tahun ini adalah bagian dari fakta tidak berjalannya fungsi intermediasi perbankan sekaligus menjadi ajang pencurian uang yang menggiurkan. 

Masyarakat patut bertanya dan melakukan investigasi bank mana yang patut menjadi tempat terbaik menyimpan uang. Mendirikan atau membeli bank lalu mencuri uang nasabah adalah kejahatan kerah putih yang harus diwaspadai masyarakat.

Bank yang sehat dan memiliki performance baik adalah bank yang melakukan fungsi intermediasi secara sehat. Mereka menghimpun dana dari nasabah dan menyalurkannya ke sektor riil dengan bertanggung jawab.  

Bank yang sehat tentunya tidak menggunakan dana nasabah untuk permainan di pasar uang yang spekulatif. Nasabah pun harus melihat neraca bank untuk menilai seberapa sehat bank tersebut. 

Untuk itu, marilah kita mencari bank yang sehat dan mau bertanggung jawab terhadap dana nasabah. Tidak sulit mencari bank semacam ini.

commentORIAL  
Minggu I Oktober 2004

Agenda Pemerintah Baru 

Jakarta (comment) - Setelah melewati masa pemilu yang panjang, diawali dari pemilu legislatif (5/4/2004), pemilu presiden tahap 1 (5/7/2004) dan pemilu presiden tahap 2 (5/9/2004), akhirnya bangsa ini memiliki anggota legislatif baru dan sekaligus kepala eksekutif baru. 

Harapan rakyat sudah barang tentu sangat menggantungkan kepada pemimpin baru karena rakyat telah memberikan kepercayaan langsung dengan melakukan pemilihan pemimpin secara langsung. Berbeda dengan mekanisme sebelumnya dimana pemimpin dipilih oleh anggota MPR yang berjumlah tidak sampai 1000 orang. Legitimasi yang kuat dari rakyat adalah modal pemimpin baru untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.

Setidaknya ada beberapa agenda yang mendesak dilakukan oleh pemerintahan baru tersebut, terutama yang berkaitan langsung dengan permasalahan ekonomi. Yang pertama adalah masalah pengelolaan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang selama ini perlakuannya sangat tidak manusiawi dan menjadi korban pemerasan berbagai pihak. Kasus 2 sandera yang diketahui mengalami pemalsuan dokumen adalah salah satu fakta yang menambah bukti menumpuknya masalah dalam pengelolaan TKI.  

Minat rakyat Indonesia untuk menjadi TKI di luar negeri adalah salah satu jalan mengurangi pengangguran. Apabila masalah TKI ini diprioritaskan dalam 1 tahun pertama pemerintahan baru, maka pemerintah telah membuka jalan bagi para pencari kerja dimana mereka juga akan menghasilkan devisa bagi negara. Hal ini jelas sangat membantu pemerintah menciptakan penerimaan devisa. Apabila permasalahan TKI ini tidak menjadi masalah penting bagi pemerintahan baru, maka niscaya ini bisa mengindikasikan tidak adanya tanggung jawab kongkrit pemerintah kepada rakyat. 

Yang kedua adalah pemerintah secara serius harus melakukan pengontrolan terhadap lalu lintas modal ke luar negeri. Tidak disangsikan lagi, pelarian modal ke luar negeri yang merupakan hasil pencurian sangat merugikan rakyat. Korsel yang mengalami krisis ekonomi beberapa waktu lalu berhasil menarik modal curian yang lari ke luar negeri sehingga dana tersebut bisa dipakai memulihkan ekonominya.

Yang ketiga adalah penanganan masalah pendidikan dan kesehatan masyarakat. Pendidikan mahal, pengobatan mahal dan kasus malpraktik adalah masalah yang kini tengah dihadapi oleh rakyat. Pemerintahan baru harus mampu menangani masalah ini karena sektor pendidikan dan kesehatan sangat mempengaruhi kualitas manusia yang ada. 

Masih banyak lagi agenda penting yang harus dilakukan oleh pemerintah. Ketiga masalah di atas adalah beberapa bagian penting yang juga dinantikan penaganannya oleh pemerintahan baru.

commentNEWS  
Minggu I September 2004

2 Tahun comment, Yang Baru..? 

Jakarta (comment) - Tidak terasa, 2 tahun telah berlalu ketika pertama kali comment didirikan pada 17 Agustus 2002. Dari sebuah kelompok diskusi kecil yang belum memiliki apa-apa, kini comment telah memiliki website yang masih sederhana untuk menjadi wadah kreativitas personilnya. Selama 2 tahun tersebut beberapa tulisan dari analis comment menghiasi beberapa media cetak di tanah air. 

Menulis bagi comment adalah wadah mengaktualisasikan diri dan sekaligus menuangkan idealisme intelektual ke dalam sebuah ruang yang bisa dibaca oleh publik. Menjadi lembaga pencerah ekonomi masyarakat memang masih menjadi cita-cita yang belum tersampaikan. Insya Allah ini akan terwujud, namun belum bisa ditentukan waktunya. Namun, misi untuk memberdayakan kajian-kajian ekonomi lambat laun telah dilakukan. Publikasi tulisan di website ini adalah salah satu cara memberdayakan kajian ekonomi sehingga pemikiran yang tadinya hanya tersimpan dalam kepala bisa dituangkan ke dalam tulisan dan dibaca oleh publik. 

Sejalan dengan misi comment, alhamdulillah comment telah menggelar pelatihan menulis comment dan kemasyarakatan yang disingkat dengan PENA EMAS. Pelatihan angkatan 1 telah selesai, kini pelatihan angkatan 2 sedang berjalan. 

Disamping itu, comment berusaha melakukan kreativitas sesuai dengan kompetensi yang ada pada personilnya. Kini, comment membuka rubrik baru di website ini yang membahas tentang Usaha Mikro Kecil (dan Menengah). Jika ada pengunjung yang ingin berkonsultasi mengenai Usaha Mikro Kecil (dan Menengah), silahkan kirimkan email ke www.salahketik.com. Insya Allah ini akan menjadi rubrik baru di website comment.

Akhir kata, a journey of thousand miles must begin with a single step. Doakan kami agar bisa memberikan sebuah kebaikan bagi bangsa ini. Terima kasih atas segala dukungan yang telah diberikan.

commentORIAL  
Minggu II Agustus 2004

Pembobolan Bank dan Kegagalan Fungsi Intermediasi

Jakarta (commentORIAL) - Berita mengenai pembobolan bank pada tahun 2004 ini cukup marak. Jika kegiatan keagamaan marak pertanda adanya peningkatan kesadaran pemeluknya. Namun jika pembobolan bank marak pertanda lembaga intermediasi tersebut gagal menjalankan fungsinya.

Dalam teori ekonomi, pemilik dana dan pembutuh dana berada pada dua titik yang belum bertemu. Pemilik dana sebagian mengalami kesulitan bagaimana cara memutar dananya, sementara yang membutuhkan dana mengalami kesulitan pendanaan untuk usaha mereka. Tampilnya bank akan mempertemukan kedua pihak ini sehingga kegiatan sektor riil berjalan. 

Berjalannya kegiatan sektor riil berarti terjadinya kegiatan produksi yang melibatkan tenaga manusia sehingga mereka mendapatkan income dari aktivitas tersebut. Berikutnya income tersebut dipergunakan untuk bertransaksi memenuhi kebutuhan hidup mereka. Kegiatan memenuhi kebutuhan hidup adalah juga kegiatan sektor riil dimana uang berputar diiringi peningkatan nilai guna individu. 

Pembobolan bank selama ini (berdasarkan berita di media) umumnya melibatkan "orang dalam". Dana yang dibobol juga umumnya berjumlah besar. Jika dana tersebut dipinjamkan kepada sektor riil semisal UKM manfaatnya akan lebih terasa dan berpengaruh kepada penciptaan pendapatan bagi individu. 

Pembobol bank seharusnya dihukum berat karena sangat merugikan masyarakat dan perekonomian. Pada saat ini bank sangat berhati-hati memberikan kreditnya, namun terkesan mudah dibobol. Dana yang mendekam akibat kehatian-hatian tersebut oleh sebagian bank dipergunakan bermain di pasar uang. Fungsi intermediasi tidak lagi berjalan, yang ada penggelembungan dan pembobolan, kegiatan yang tidak berpengaruh sama sekali di sekor riil. Sebagaian bank memang menjalankan fungsinya. Namun fenomena ini adalah pertanda gagalnya bank menjalankan fungsi intermediasinya. Bagaimana reaksi masyarakat? Nampaknya kita harus bersabar menunggu pihak yang berwenang melakukan tindakan yang tepat dan cepat agar ekonomi kembali berjalan.

commentORIAL  
Minggu V Mei 2004

Janji Capres, Benarkah? 

Jakarta (comment) - Sebagai calon pemimpin yang ingin meraup dukungan sebanyak-banyaknya dari rakyat, janji-janji kerap diberikan oleh para capres (dan cawapres tentunya). Dengan kondisi Indonesia yang masih dalam kubangan krisis, para capres memanfaatkan hal ini dengan menjanjikan kondisi yang lebih baik lagi kepada rakyat. 

Apakah betul jika mereka terpilih nanti, janji-janji tersebut akan segera terealisir? Betulkah mereka akan memperbaiki ekonomi dengan menurunkan harga, membuka lapangan kerja dan membiayai pendidikan murah? 

Harga-harga yang ada pada saat ini adalah hasil dari krisis moneter yang menyebabkan nilai tukar rupiah merosot tajam terhadap mata uang asing (terutama dolar). Dampak domino dari merosotnya rupiah ini adalah kenaikan harga barang dan jasa yang berlipat-lipat dan sulit untuk diturunkan. 

Sementara itu, membuka lapangan kerja baru bukanlah pekerjaan yang gampang. Untuk menyerap pengangguran yang jumlahnya jutaan, maka skala yang besar ini harus melalui mekanisme investasi agar mampu menyerap tenaga kerja. Beberapa tahun belakangan ini justru banyak modal mengalir keluar negeri, salah satunya adalah Cina. Investor asingpun masih takut berinvestasi di Indonesia lantaran tingkat resiko (country risk), keamanan dan otonomi daerah yang menyebabkan prosedur investasi menghadapi lebih banyak meja, di pusat dan daerah.  

Pendidikan berbiaya murah juga sesuatu yang sulit karena jumlah APBN yang terbatas, apalagi bila ditambah dengan tingkat korupsi. Mekanisme penerimaan siswa pada saat ini jelas akan menguntungkan siswa yang pintar dan mereka yang berduit. 

Ketiga hal di atas adalah beberapa persoalan yang dihadapi oleh negeri ini dan rakyat berharap kepada para capres untuk mengeluarkan mereka dari lubang krisis yang semakin dalam. Apakah janji capres akan teralisasi setelah mereka terpilih menjadi presiden/wakil presiden? Mudah-mudahan hal ini akan memberikan pendidikan politik kepada rakyat dalam memilih pemimpinnya.

commentORIAL  
Minggu IV April 2004

Memilih Pemimpin yang Peduli Ekonomi Rakyat 

Jakarta (comment) - Tahun 2004 adalah tahun yang cukup menegangkan karena pada masa ini berlangsung pemilihan umum yang memilih anggota legislatif, dewan perwakilan daerah dan presiden. Waktunyapun berjalan lama yaitu 5 April, 5 Juli dan 5 September. 

Untung saja kondisi ekonomi makro bersahabat karena kalau tidak akan timbul gejolak-gejolak di masyarakat yang sampai saat ini kehidupan ekonomi mereka masih sangat memprihatinkan. 

Pemilu 5 April telah memperlihatkan sebuah peta baru perpolitikan di tanah air. Banyak pengamat menyatakan bahwa rakyat sudah semakin cerdas dalam memilih. Apalagi di perkotaan, rakyat makin rasional dalam menentukan pilihannya. 

Namun untuk pemilihan presiden, kecerdasan dan rasionalitas rakyat akan diuji. Hal ini lantaran arti pentingnya bagi kelanjutan kehidupan di masa yang akan datang. Rakyat telah mengikuti pemilu legislatif berkali-kali sehingga mereka bisa mengambil pelajaran dari pilihan mereka pada masa lalu. Tak heran bila sebagian rakyat merubah pilihan mereka pada saat ini karena mereka melihat langsung sepak terjang partai yang dipilihnya pada masa lalu. Sementara, rakyat baru kali ini memilih presiden sehingga bila pilihan mayoritas rakyat salah maka mudah-mudahan mereka bisa mengambil pelajaran dari pilihan mereka tersebut. 

Hancurnya ekonomi bangsa pada saat ini adalah karena semakin maraknya korupsi yang diikuti melemahnya penegakkan hukum. Negara berkembang yang melakukan pemberantasan korupsi secara serius perlahan-lahan mengalami perbaikan kondisi ekonomi. 

Untuk itu, pemimpin Indonesia yang akan memperbaiki ekonomi rakyat adalah yang memiliki komitmen memberantas korupsi. Pemimpin yang tidak memiliki komitmen memberantas korupsi hanya akan meneruskan penderitaan rakyat.

commentORIAL  
Minggu III Januari 2004

Nasib Ekonomi Rakyat 2004 dan Nestapa Pendidikan

Jakarta (comment) - Di tengah ketidakpastian yang dihadapi oleh bangsa ini, rakyat pun mengalami ketidakpastian akan masalah ekonomi mereka. Masalah ekonomi rakyat merupakan masalah dasar yang tidak diperhatikan oleh pemerintah semenjak jatuhnya Orde Baru. Namun ini bukan berarti bahwa Orde Baru memperhatikan ekonomi rakyat. 

Akibat hal ini, pengangguran meningkat dan demikian pula halnya kriminalitas. Jika orang pintar merampok dengan menggunakan otaknya, maka rakyat jelata merampok dengan menggunakan kekerasan fisik. Orang pintar merampok bukan untuk memenuhi kebutuhan dasar hidupnya, sedangkan rakyat jelata secara logika merampok untuk mengisi perutnya yang kelaparan. 

Ekonomi bukan sebatas masalah pendapatan saja. Pendidikan merupakan masalah ekonomi. Tingkat pendidikan rakyat yang secara umum masih rendah ini hanya mampu menangkap sinyal-sinyal ekonomi yang berhubungan langsung dengan uang. Disamping itu, rendahnya tingkat pendidikan rakyat akan berhadapan dengan pemilu 2004 yang mengendaki adanya partisipasi rakyat dalam memilih anggota legislatif, senator dan presiden. Maka bisa diprediksi bahwa rendahnya tingkat pendidikan rakyat akan dimanfaatkan oleh partai-partai untuk kepentingan pemilu 2004. 

Sementara itu, rakyat tidak akan mampu mendongkrak ekonominya karena adanya informasi asimetris yang menyebabkan mareka masih mungkin mengalami pembodohan. Dan selama ini rendahnya tingkat pendidikan rakyat adalah amunisi yang ampuh untuk menjalankan agenda penguasaan negara dan kekayaannya. Sayang sekali, kesadaran kolektif para pemimpin dan penguasa tidak berada pada titik yang seharusnya sehingga keterpurukan akan selalu terjadi.

commentORIAL  
Minggu I Januari 2004

Memandang Ekonomi 2004

Jakarta (comment) - Memasuki 2004, ekonomi Indonesia akan menghadapi hajatan besar, yaitu Pemilu 2004 yang memilih anggota legislatif, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan yang lebih seru memilih presiden langsung. 

Hajatan ini akan mempengaruhi stabilitas ekonomi dimana pada 2003 mengalami kondisi yang relatif baik. Demikian pula pada tahun 2002, ekonomi juga mengalami kondisi yang lumayan baik. Hanya saja, pemerintahan tidak kuat sehingga tidak mampu mendongkrak tingkat kesejahteraan rakyat. 

Disamping itu investasi belum bisa menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi selama ini lebih didorong oleh konsumsi. Akibatnya, sulit untuk membuka lapangan pekerja untuk mengatasi pengangguran yang semakin meningkat. 

Dengan pertumbuhan ekonomi yang berada di bawah 5 persen serta masih maraknya KKN yang diikuti lemahnya law enforcement jelas bukan suatu hal yang menggembirakan. 

Meskipun ada kabar bahwa tarif dasar listrik (TDL) tidak akan naik pada 2004, harga BBM sulit untuk turun karena mengikuti fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Namun kebijakan yang nyata meningkatkan taraf hidup rakyat belum bisa dirasakan. 

Pengampunan para konglomerat dan pembobolan bank-bank negara menjadi sebuah titik balik dari upaya pemulihan ekonomi yang selama ini mendapat 'bimbingan' IMF. Lalu, bagaimana dengan ekonomi 2004? Kestabilan dan keamanan sebuah syarat minimum mutlak yang diperlukan oleh rakyat untuk mengarungi hidupnya pada masa yang penuh ketidakpastian ini. Memilih wakil rakyat dan presiden akan menentukan kehidupan ekonomi bangsa ini. 

commentORIAL  
Minggu III Desember 2003

Fatwa Haramnya Bunga

Jakarta (comment) - Bunga bank atau bunga pinjaman bagi bangsa ini sudah dirasakan merusak sendi perekonomian. Bunga utang luar negeri pemerintah sudah demikian besarnya dan sangat menyita dana APBN. Belum lagi berbicara tentang bunga rekapitalisasi yang harus dibayar pemerintah dengan bersumber dari duit rakyat. 

Pemerintah Jepang memberlakukan suku bunga nol persen (alias tidak ada bunga) dengan alasan meningkatkan rasa persaudaraan. Dengan kebijakan itu, pemilik uang akan berpikir untuk melakukan investasi karena akan mendapatkan return dari uang yang diinvestasikannya ketimbang menaruh di bank yang suku bunga nol persen. Return yang didapat dari investasi melihat kepada persentase dari pendapatan atau keuntungan sehingga nominalnya bisa berfluktuasi dari waktu ke waktu.  Prinsip ini lebih terasa adil karena pengelola dana tidak dibebani dengan pengembalian yang sudah dipatok di awal jumlah nominalnya. Inilah prinsip ekonomi syariah yang implementasinya sudah dilaksanakan juga oleh kalangan di luar Islam. 

Fatwa MUI mengenai haramnya bunga bank sebaiknya tidak dilihat dari like or dislike atau image Islam yang pada saat ini kental dengan terorisme. Namun alangkah baiknya melihat tinjauan akademis yang argumentatif sehingga rasionalitas akan lebih dikedepankan. Korban dari bunga bank ataupun bunga pinjaman (meskipun tidak terdapat data tertulis) mesti sudah ada, terutama dari sisi pengguna pinjaman bank. Untuk itu, menelusuri keunikan sistem ekonomi syariah adalah salah satu alternatif pada saat ini untuk mencari keadilan dalam berekonomi. 

Keinginan kalangan di luar Islam menerapkan sistem ekonomi syariah adalah fenomena dari keadilan yang diciptakan dalam sistem ekonomi syariah. Namun sayangnya, inferioritas masih melanda sebagian umat sehingga sistem yang sudah diakui keadilannya oleh kalangan diluar Islam masih juga belum diakui oleh umat Islam sendiri. Marilah melihat pengharaman bunga sebagai solusi mencari keadilan ekonomi.

depan | artikel | jadwal
Bagaimana Cara Mengatasi Ejakulasi Dini

Kami menerima donasi dari berbagai pihak untuk pengembangan lembaga  dengan sifat tidak mengikat

Bagaimana Cara Menjual Apapun Lewat Internet

 

 


Holistic Solution Center | Hypnosis Association | EFT Indonesia | Psikoterapis | Bawah Sadar | Belajar Hipnotis | Layanan Hipnoterapi | Belajar Hipnoterapi | Buku Hipnotis Gratis | Hypnosis Training | Organisasi Hipnosis | Master Hipnotis | Solusi Salah Ketik | Fakir Magic | Sekolah Sulap | Psikologi Indonesia | Terapi Musik | Aktivasi Otak | Neurotherapy | Pengobatan Herbal | Artikel Kesehatan | Pakar Seks | Terapi Seks | Master Seks | Obat Ejakulasi Dini | Perusahaan Furniture | Master Indonesia | Toko Barang Antik | Terapi Tertawa | Kota Jepara | Pelatihan Internet Marketing

 

1