Master Hipnotis, Pelatihan Hipnotis, Hipnoterapi

 

July 02, 2007 22:23:13 WIB
Dibalik Situs GIS(1)



Oleh Saputra

“Harus bayar cash dimuka”, begitu email balasan Eddy dari Denpasar. "Ok, saya setuju", dan besoknya saya ke kantor agen Western Union di dekat rumah untuk kirim uang cash sebagai full payment pembuatan website GIS yang anda lihat sekarang ini.

Pagi ini saya kaget, gara gara kepingin beli second-hand Panasonic Tough-book/ laptop, waktu lihat hasil search di internet, di satu situs terbaca peringatan, banner kata WARNING dengan warna merah, melayani shipment worldwide kecuali Nigeria dan Indonesia, No Shipment to Nigeria or Indonesia for Bidpay/AuctionPayment payment, klik Panasonic Tough-book

Wah, ini khan berarti Indonesia ternyata telah disejajarkan dengan Nigeria dalam hal ketidak beresan sistim credit card-nya!, banyak penyalahgunaan/ pemalsuan kartu kredit dan tindak kejahatan perbankan lainnya yang menyebabkan pihak asing segan untuk berurusan dengan para calon pembeli asal kedua negara tersebut.

Kartu kredit yang telah terbukti sangat berguna sebagai alat pembantu transaksi jual beli local dan global, ternyata banyak di salah gunakan oleh orang orang yang tidak bertanggung jawab di tanah air. Imbasnya, jelas sekali telah merugikan roda perekonomian negeri sendiri, terutama pelaku bisnis kecil akan terisolir dan kehilangan kesempatan ikut berkecimpung dalam pemasaran global.

Bayangkan, toughbook laptop merk Panasonic di ebay auction America, cuman sekitar US$ 100 sedang barunya bisa sampai ribuan dollar, calon pembeli asal Indonesia hanya bisa gigit jari saja, kecewa karena credit card-nya tidak bisa dipakai untuk ikut lelang. Ini hanya salah satu contoh saja.

Pelaku bisnis lain, misalnya web-designer Bali Intermedia-Denpasar milik Pak Eddy, akan jauh lebih mudah memperoleh customer asal luar negeri bila syarat pembayaran jasanya bisa lewat credit card dan automatically deducted the payment in full after the job finish, dibandingkan dengan cash in advance via Western Union yang notabene harus ditambah ongkos transfer yang mahal sekali, sampai sekitar 20% dari jumlah uang yang dikirim, belum lagi ditambah syarat khusus kalau pengiriman lebih dari $1000.

Kebanyakan pelaku bisnis kecil ditanah air masih sulit untuk mendapatkan fasilitas transaksi global via internet, karena factor kepercayaan internasional terhadap sistim perbankan di Indonesia masih sangat kurang.

Situs GIS (yang design-nya dalam bahasa Indonesia) tidak akan pernah ada, bila saya tidak (trust) mau bayar full in advance/ sebelumnya. Dimana trust adalah hasil langsung dari truthworthy/ kejujuran, yang jadi factor nomer satu dalam kesuksesan hidup (termasuk bisnis), klik Kunci Keberhasilan Trust (begitu pula kejujuran) harus dimulai dari pihak saya dulu, baru kemudian orang lain akan mengikutinya (saya tahu Bali Intermedia/ Eddy hanya lewat search internet 3 bulan yang lalu), mereka akan me-respons balik dengan trust juga. Buktinya, pembayaran webhosting dan domain registrasi boleh dilakukan setelah webnya online! Saya baru transfer uang ke Bali pagi ini

Begitu pula. saya percaya (belief) bahwa situs GIS yang ber-motto, Dari Kita Untuk Kita ini akan berhasil menjadi wadah bagi anda anda yang beribu-bahasa Indonesia dimanapun berada, karena sudah menjadi kenyataan sejarah bahwa keberadaan situs ini dimulai dengan trust antara saya dan Eddy, dimana beliau kemudian juga join jadi member GIS

Kembali Ke Halaman Utama - Koleksi Artikel Politik Indonesia

           


Holistic Solution Center | Hypnosis Association | EFT Indonesia | Psikoterapis | Bawah Sadar | Belajar Hipnotis | Layanan Hipnoterapi | Belajar Hipnoterapi | Buku Hipnotis Gratis | Hypnosis Training | Organisasi Hipnosis | Master Hipnotis | Solusi Salah Ketik | Fakir Magic | Sekolah Sulap | Psikologi Indonesia | Terapi Musik | Aktivasi Otak | Neurotherapy | Pengobatan Herbal | Artikel Kesehatan | Pakar Seks | Terapi Seks | Master Seks | Obat Ejakulasi Dini | Perusahaan Furniture | Master Indonesia | Toko Barang Antik | Terapi Tertawa | Kota Jepara | Pelatihan Internet Marketing