Master Hipnotis, Pelatihan Hipnotis, Hipnoterapi

 

July 11, 2007 22:23:13 WIB
East And West(2)



Oleh Saputra

Waktu masih tinggal di Jogya, saya senengnya makan gudeg sambil duduk selesehan di Malioboro, itu lho tepatnya disekitar depan pasar Beringharjo. Makan pakai pincuk/ daun pisang dan suru/ sedok juga dari daun pisang, malah sering pakai (jari) tangan, rasanya lebih nikmat lho, he he he…

Waktu saya tanyanya kepada anak saya, mana yang lebih sehat makan pakai sendok garpu atau langsung dijumput pakai tangan saja. Mereka jawab, tanya koq aneh gitu, hanya orang barbar yang cara makannya begitu, jawab mereka kalem. Wah, priayi Jogya koq dikatain barbar, batin saya, teringat akan temen temen sekolah di SMP Pangudi Luhur dulu, banyak yang tinggalnya di kraton. Kalo jajan pecel di kantin sekolah, cara makannya ya cakaran, kayak saya.

When you interact with another person, you are free to feel anything, from the deepest hatred to the deepest love. You may be repelled or attracted; you can convey rejection or acceptance. But, at the level of Self, you always meet another person in love, tulis DeePak Chopra MD, dokter lulusan India ini menjadi sangat terkenal di Amerika karena buku bukunya, diantaranya The Path To Love. Life is love and love is life, inilah esensi dari ajaran Veda, Bhagavad-Gita, begitu imbuhnya.

Membaca ini saya rada kaget juga, sebagai orang awam, pengetahuan saya tentang agama Hindu sangatlah dangkal, saya dulunya mengira Hinduism dan Budhism itu meletakkan Karmic Law/ hukum karma sebagai fondasinya, eh ternyata sama dengan agama agama lainnya. Love is the foundation of any religion, jadi begitulah reality-nya.

The power of spirit is love, dan love mempunyai getaran energy yang mengikuti hukum karma, The law of karma is an impersonal energy dynamic, persis ibaratnya dengan kereta api yang punya (power) kekuatan 1000 tenaga kuda ((HP), energynya mengikuti hukum Kinetic-Newton. Begitu tulis Gary Zukav dalam bukunya yang berjudul The Seat of The Soul. Tapi hukum karma ini perangainya lain sekali dengan hukum Newton, kalau hukum Newton, prinsipnya aksi-reaksi, sedang hukum karma tidaklah demikian, inilah sebabnya kebanyakan manusia jadi bingung waktu diajarkan kalau ditampar pipi kiri-mu, berikan juga pipi kanan-mu

Artinya, karena benci, hatred dengan saya, si A marah ( tidak bisa mengendalikan emotion) lalu menampar pipi kiri saya. Lha, dengan menggunakan energy cinta (un-conditional love) kepada sesama manusia (termasuk si A), saya bisa merubah sesuatu yang sangat menyakitkan hati saya ini menjadi suatu pengalaman yang berharga/ experience tentang kesuksesan upaya sayaenergy dynamic, untuk memaafkan, forgive perbuatan si A!, karena saya sadar bahwa kalau saya tidak bisa memaafkan si A maka saya sendirilah yang akan memikul akibat dari tamparan si A itu!. When you choose not to forgive, the experience that you do not forgive sticks with you!. Lha, hidup saya jadi penuh dengan kegagalan akibat pengalaman yang menyakitkan hati/ pahit/ susah.

Inilah arti sebenarnya dari hukum karma, The person who intends hatred for others experiences the intention of hatred from others.dimana un-conditional love sebagai fondasinya

Wah, saya jadi bingung, linglung ……. Yang paling baik, ya jangan sampai ditampar orang lain…makanya itu sering seringlah intero-inspeksi he heh he….

Kembali Ke Halaman Utama - Koleksi Artikel Politik Indonesia

           


Holistic Solution Center | Hypnosis Association | EFT Indonesia | Psikoterapis | Bawah Sadar | Belajar Hipnotis | Layanan Hipnoterapi | Belajar Hipnoterapi | Buku Hipnotis Gratis | Hypnosis Training | Organisasi Hipnosis | Master Hipnotis | Solusi Salah Ketik | Fakir Magic | Sekolah Sulap | Psikologi Indonesia | Terapi Musik | Aktivasi Otak | Neurotherapy | Pengobatan Herbal | Artikel Kesehatan | Pakar Seks | Terapi Seks | Master Seks | Obat Ejakulasi Dini | Perusahaan Furniture | Master Indonesia | Toko Barang Antik | Terapi Tertawa | Kota Jepara | Pelatihan Internet Marketing