Master Hipnotis, Pelatihan Hipnotis, Hipnoterapi

 

Juli 26, 2007 22:23:13 WIB
Esat And West



Oleh Saputra

Para ahli anthroplogi sudah (hampir) sepakat bahwa asal usul manusia modern itu dari Afrika, silahkan artikel Robby T Tan yang disarikan dari buku The Journey of Man, A genetic Odyssey. Klik The Journey Of Man

Kalau memang dulu dulunya manusia itu berasal dari satu tempat, Afrika maka pasti ada sisa sisa bukti kebudayaan/ peradaban yang mendukung theori ini. Di suatu acara TV Foxtel beberapa minggu yang lalu, diceritakan suatu ekspedisi yang khusus membandingkan peninggalan lukisan lukisan dinding/ batu yang terdapat di Afrika, Eropa, Asia, Australia dan Amerika.

Kebanyakan umurnya sudah puluhan ribu tahun. Mereka berkesimpulan bahwa ada banyak persamaannya!. Sayang, saya tidak sempat mencacat acara itu, karena saya menontonnya sambil setengah tidur! he he heh… Nanti dilain kesempatan saya akan mencari informasinya di internet, sehingga bisa cerita lebih detail.

Eh, cerita beginian koq lantas ingat, waktu saya berkunjung ke Bali sekitar 3 tahun yang lalu. Persis tempatnya saya agak lupa, tapi disekitar Klungkung, mungkin Pak Eddy yang tinggal di Denpasar bisa membantu saya. Itu lho, patung Prabu Yudisthira dengan anjing kesayangannya, dipasang di perempatan jalan, tolong dong Pak Eddy, di foto dengan hp dan dikirim ke Globalindo, biar kita semua bisa melihatnya….lumayan untuk promosi menarik turis ke Bali lho.

Waktu melihat patung itu saya kaget setengah mati, sampai sampai guide saya, made…eh lupa namanya, juga ikut ikutan kaget waktu saya katakan Inilah buktinya bahwa budaya manusia (barat dan timur) itu asal usulnya sama.

Setelah saya suruh made ndongeng tentang Yudisthira dan anjing kesayangannya. Saya langsung bilang asal mula semua manusia itu dari Afrika, dalam penyebarannya sebagian sampai mentok di Australia dan sebagian ke Eropa- Amerika lewat Timur Tengah (Mesir dan sekitarnya).

“Trus, gimana pak”, kejar si guide. Dalam penyebaranya itu manusia membawa budaya termasuk cerita cerita mystik dan legenda. Lha, buktinya apa yang kita lihat ini, sambil tunjuk saya ke patung Yudisthira.

Coba nanti made ke tukang ramal bule yang praktek di Bali sini dan lihat kartu Tarot-nya, Tarot cards, The standard structure of the Tarot divides the deck into two groups, the Major Arcana and the Minor Arcana. The 22 cards of the Major Arcana ("Greater Secrets") are also known as the Trumps or Triumphs, and are sometimes referred to by the French atouts or the Italian atutti or trionfi. klik Tarot Cards

Alat ramal kartu tarot dibawa ke Eropa oleh kelompok nomaden Gypsy ribuan tahun yang lalu, sesuai namanya Gypsy itu asal usulnya dari Egyp/ Mesir ( peramal di jamannya pharaoh) dan sebelumnya mereka datang dari India/ China, mungkin puluhan ribu yang lalu.

Lha, kartu The Fool atau nomer nol (zero), silahkan lihat gambar terlampir, itu khan menggambarkan seorang perantau sakti yang diikuti oleh anjing kesayanganya! Lha ini khan sama dengan Yudisthira dengan anjingnya.

Mau, buktinya lagi, Nomer Nol itu khan artinya kartu yang paling sakti, paling kuat, paling hebat, tidak terkalahkan, saking saktinya sehingga tidak bisa/ tidak boleh dipakai untuk main kartu!, kalau di kartu Belanda disebut Joker.

Bayangkan Yudisthira itu khan satu satunya manusia yang (bisa berhasil )pernah masuk sorga! Yudisthira Swarga. Silahkan baca cuplikan ceritanya, Yudisthira adalah nama dari seorang ksatria yang mempunyai sifat sangat agung. Ketika perang Barata yuda usai, dan menewaskan hampir seluruh keluarga Kurawa dan Pandawa yang bertikai, tinggallah Yudisthira.

Dalam perjalananya menuju surga bersama kelima saudaranya Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa hanya Yudisthira dan anjingnya yang berhasil mencapai surga (Moksa) dimana orang-orang disana menyambutnya dengan baik. Untuk masuk ke surga mereka memberikan tandu kepada Yudisthira untuk di duduki, tetapi Yudisthira meminta mereka supaya anjingnya ikut pula di tandu.

Jelas saja mereka sangat marah atas permintaan Yudisthira ini karena anjing tidak layak untuk di tandu karena dia bukanlah manusia. Yudisthira tetap tidak mau di tandu, jika anjingnya tidak ikut serta.

Pada saat itu anjing yang selalu bersama Yudisthira menjelma sebagai seorang dewa, dan kemudian dia menjelaskan kepada semua mengapa dia menyamar sebagai anjing. Dewa tersebut menjelaskan bahwa dia menguji kesetiaan yudisthira terhadap binatang. Akhirnya Yudisthira masuk ke surga.

Karakter dari yudisthira ini adalah sebagai symbol kebuadayaan pendududuk Bali yang mempunyai sifat agung, dan karakter seperti ini sama pula di anut oleh orang asing dimana mereka juga mempunyai kebudayaan dan percaya dengan adanya suatu kebaikan tanpa meminta pamrih. (bersambung)

Kembali Ke Halaman Utama - Koleksi Artikel Politik Indonesia

           


Holistic Solution Center | Hypnosis Association | EFT Indonesia | Psikoterapis | Bawah Sadar | Belajar Hipnotis | Layanan Hipnoterapi | Belajar Hipnoterapi | Buku Hipnotis Gratis | Hypnosis Training | Organisasi Hipnosis | Master Hipnotis | Solusi Salah Ketik | Fakir Magic | Sekolah Sulap | Psikologi Indonesia | Terapi Musik | Aktivasi Otak | Neurotherapy | Pengobatan Herbal | Artikel Kesehatan | Pakar Seks | Terapi Seks | Master Seks | Obat Ejakulasi Dini | Perusahaan Furniture | Master Indonesia | Toko Barang Antik | Terapi Tertawa | Kota Jepara | Pelatihan Internet Marketing