Master Hipnotis, Pelatihan Hipnotis, Hipnoterapi

 

Aug 20, 2007 22:23:13 WIB
Kumpul Kebo(1)



Oleh Saputra

Rasanya koq tidak lengkap bila ke Solo tidak mampir ke Kraton Mangkunegaran, dalam rangka untuk persiapan konperensi PATA, saya pernah dapat rejeki jadi kontraktor untuk menanam rumput dihalaman kraton!, padahal waktu itu masih mahasiswa lho. Puas sekali, dari lapangan gundul, kering setelah proyek selesai berubah jadi kebun indah, ijo royo royo. Sayangnya usul saya untuk membangun sistim pompa irrigasi otomatis tidak disetujui karena faktor budget yang tidak mencukupi, lha ini salah satu contoh kelemahan bangsa Indonesia, bisa membangun tapi lupa menganggarkan biaya pemeliharaannya.

Sepuluh tahun yang lalu, saya ajak ketiga anak berkunjung ke keliling komplek Mangkunegaran, selain bangga cerita tentang kebun didepan istana yang nota bene tidak sebagus dulu bahkan terkesan agak terbengkalai, juga sempat ke museum istana. Ketiga anak sempat terkagum kagum melihat segala macam pusaka kraton, si guide fasih sekali bahasa Inggrisnya, segala pertanyan anak anak saya dijawabnya dengan sabar bahkan sering ditambahin dengan cerita cerita lucu dibelakang obyek benda yang dipamerkan. Satu benda kuno yang ketiga anak sempat terheran heran adalah cawat besi yang harus dipakai oleh para puteri kraton kalau si suami lagi bertugas luar!, bahkan lengkap dengan gembok plus kuncinya lho… wah wah wah… Inilah akibatnya, kalau istri hanya diperlakukan sebagai salah satu harta kekayaan sang suami saja.

Rupa rupanya attitude demikian masih banyak juga pengikutnya di tanah air, terutama mereka yang hidupnya turah turah, rasanya koq tidak lengkap bila tidak punya koleksi bini muda, begitu kata mereka. Meskipun tidak perlu pakai cawat besi lagi, tapi cukup pasang orang kepercayaan untuk memata matai perilaku peliharaanya bisa si tuan sedang tugas keluar. Degraded women value, begitu istilah ketiga anak saya waktu itu, meskipun mereka baru remaja muda lho, tapi udah bisa mengerti ketidak beresan attitude ini

“Wah, kalo tidak mau dipakaiin cawat besi lagi, bagaimana kalo semua cewek kita inventarisasi aja”, begitu perintah sang bupati. “Gimana caranya kanjeng bupati”, tanya si punggawa rada kebingungan. “Mari kita periksa keperawanan semua cewek diwilayah kabupaten ini dan kita daftar siapa siapa yang masih perawan dan cewek mana yang udah jebol dan ini kita masukkan dalam daftar kelas dua. Teman saya ada kirim artikel soal Bupati kota Indramayu bekerja sama dengan pemda setempat dan tim PDK memeriksa semua siswa smp sampe tingkat sma? walah2 mbok ga ada kerjaan apa? Lagi bagaimana mau periksanya? dan yg terpenting masalah ini tidak ada sankut pautnya dgn pendidikan.titik Taruh lah ada yg terdapat tidak perawan mau dikenakan sangsi apa? apa ga boleh sekolah? Wong para siswi kasihan dong jadi beban mental lalu kenapa pihak laki juga ga diperiksa apa masih perjaka? dasar para pemda n bupati nya cuma lulusan TK sih jadi begitu? , begitu milis dari Nova Sutrisna.

(bersambung)

Kembali Ke Halaman Utama - Koleksi Artikel Politik Indonesia

           


Holistic Solution Center | Hypnosis Association | EFT Indonesia | Psikoterapis | Bawah Sadar | Belajar Hipnotis | Layanan Hipnoterapi | Belajar Hipnoterapi | Buku Hipnotis Gratis | Hypnosis Training | Organisasi Hipnosis | Master Hipnotis | Solusi Salah Ketik | Fakir Magic | Sekolah Sulap | Psikologi Indonesia | Terapi Musik | Aktivasi Otak | Neurotherapy | Pengobatan Herbal | Artikel Kesehatan | Pakar Seks | Terapi Seks | Master Seks | Obat Ejakulasi Dini | Perusahaan Furniture | Master Indonesia | Toko Barang Antik | Terapi Tertawa | Kota Jepara | Pelatihan Internet Marketing