Master Hipnotis, Pelatihan Hipnotis, Hipnoterapi

 

Aug 27, 2007 22:23:13 WIB
No Arms, No Legs, No Worries!



Oleh Saputra

“Menurut dokternya kanker ini non-curable/tdk/belum bisa disembuhkan secara total, hanya bisa di treated. Saya bersyukur bisa ditemukan segera penyakitnya itu, dan sejak keluar dr RS suami saya menjalani chemo, selama hampir setahun ini sdh ganti chemo 3X! Obat2 kanker yg pernah dijalani spt: Thalidomide, steroid, valcade, doxil dan someta = obat penguat tulang Belum ada hasil yg significant/keliatan hasilnya, spt om Saputra ketahui, sejak menjalani chemo, banyak sekali side efeknya:tangan, kaki kesemutan, kdg mati rasa kaki bengkak, hidung berdarah, tulang iga pegel, linu (krn kanker ini menyerang sumsum, jd tulangnya jd hollow),kaki lemas, mulut & bibir sariawan. Semua keluhan itu datang dan pergi.”, begitu cuplikan email yang saya terima dari salah satu member GIS yang tinggal di Amerika. Klik Multiple Myeloma

Membaca kata Thalidomide, saya lantas teringat akan issue yang banyak beredar dikalangan dunia kesehatan sekitar tahun 65-an. Obat yang banyak digunakan sebagai obat penenang dan obat tidur, In West Germany, where Chemie Grünenthal GMBH first introduced thalidomide as a magically potent tranquilizer and sleeping pill, ternyata menyebabkan cacat bawaan yang dinamakan Phocomelia (seal limbs), kaki atau tangan kecil seperti sayap bebek, pada anak anak yang ibunya menkonsumsi obat ini semasa hamilnya. Dr. Widukind Lenz was a pediatrician in Hamburg when he began to study the effects of the drug. Now 49, he has moved to Münster as director of the Institute of Human Genetics. . Said Lenz: "There is no doubt that thalidomide caused the malformations.", klikThalidomide on Trial

“No Arms, No Legs, No Worries!", begitu tulis Nick Vujicic di situs pribadinya klikNick Vujicic , wah wah… yang bilang ini pemuda penyandang cacat bawaan, umur 22 tahun yang tak punya tangan dan kaki lho. Dia ini memang hebat sekali, dalam salah satu kesaksiannya di Crystal Catherdal, California dia bilang “Do you think, that no limbs is disability?”, yang segera dijawabnya sendiri, “No, the biggest disability is fear and guilt!”. Pinter sekali karena memang fear, guilt, hatred, jealousy dan banyak lagi emosi negatif adalah ekspresi dari orang yang powerlessness, tak berdaya atau orang disable menurut Nick.

Tidak berarti bahwa kita lantas harus mengekang emosi kita, tapi baik emosi positif misalnya joy dsbnya atau negatif mislanya angry dsbnya harus bisa dikelola dan diarahkan ketujuan yang positif, persis seperti tulis Gary Zukaf dalam bukunya The Seat Of The Soul, Emotions are current of energy that pass through us. Awareness of these currents is the first step in learning how our experience come into being and why, lalu lanjutnya Without an awareness of your emotions you are not able to experience reverence
Nick Vujicic berhasil banyak menggugah para pendengar ceramahnya bahkan buku buku karangannya makin populer, terutama di Australia dan Amerika Nick Vujicic Writing several best-selling books has been one of his dreams and he hope to finish writing his first by the end of the year. It will be called "No Arms, No Legs, No Worries!" , bagi pembaca yang ingin melihat video clipnya silahkan klikKehidupan Sehari hari Nick Vujicic

Kembali Ke Halaman Utama - Koleksi Artikel Politik Indonesia

           


Holistic Solution Center | Hypnosis Association | EFT Indonesia | Psikoterapis | Bawah Sadar | Belajar Hipnotis | Layanan Hipnoterapi | Belajar Hipnoterapi | Buku Hipnotis Gratis | Hypnosis Training | Organisasi Hipnosis | Master Hipnotis | Solusi Salah Ketik | Fakir Magic | Sekolah Sulap | Psikologi Indonesia | Terapi Musik | Aktivasi Otak | Neurotherapy | Pengobatan Herbal | Artikel Kesehatan | Pakar Seks | Terapi Seks | Master Seks | Obat Ejakulasi Dini | Perusahaan Furniture | Master Indonesia | Toko Barang Antik | Terapi Tertawa | Kota Jepara | Pelatihan Internet Marketing