[logo-kop.htm]

 

Catatan Penting dari  Forum Komunitas:
Membongkar Praktek Incest: Fakta tentang kekerasan seksual
terhadap Anak Perempuan
dalam lingkup Rumah Tangga / Domestik


LBH APIK Jakarta Komunitas Kampung Rawa

Kampung Rawa, Minggu, 4 Mei 2003

 

Presentasi hasil diskusi kelompok dan komentar-komentar :

 

Perwakilan Kampung

Kelompok Lembaga Anak

Kelompok pendamping
perempuan dan buruh

Pelaku  

 

Muhrim dan orang yang seharusnya dihormati

Ayah, Kakek dan Paman

Orang yang dikenal oleh korban;  Bapak, kakek, paman, kakak (masih ada hubungan darah)

Korban

anak kandung,      keponakan, cucu, Adik.

Anak perempuan dibawah umur (dibawah 17 thn)

Hubungan        :   anak, kakek, cucu, sedarah atau sekandung ) => ada ikatan darah dan saudara

anak, cucu, adik, keponakan

 

Perasaan

Pelaku => Heran, Kesal, (orang tua kok tega tapi kenapa anaknya mau? Kalau perkosaan kan hanya sekali, tapi ini berlangsung tahunan  berarti sama-sama mau); Aneh; jengkel, haru, marah.

Kepada korban => Kasihan, tetapi jika terjadi hanya sekali. Jika terjadi selama  bertahun-tahun tidak perlu dikasihani mungkin dia merasa enak.

sedih, jijik,marah, benci,iba ke korban,pedih

 

 

Jengkel, kesal, marah, benci, sedih. Alasannya : Tidak pantas dilakukan/ Tidak manusiawi, Menghancurkan masa   depan korban, Trauma berkepanjangan (dikucilkan oleh masyarakat)

 

Hal yang akan dilakukan (Jika terjadi incest di lingkungan)

lapor polisi, RT/ RW, Lurah, pelakunya harus diarak keliling kampung, dicincang,   dibakar, disunat, memberikan pengarahan kepada korban dan pelaku, dihukum gantung.

 

Pendekatan ke keluarga/ anak, counseling   ke anak dan keluarga

  1.    Memberikan penguatan kepada korban dan keluarganya;

  2.    Lapor kepada yang berwajib (Polisi);

  3.    Melanjutkan kasus ke Pengadilan hingga tuntas;

  4.    Mengambil tindakan medis disertai laporan polisi (PKT RSCM) => tergantung dari lokasi/ wilayah

  5.    Tindakan pencegahan untuk para anak perempuan Balita

  6.    Upaya memberikan hukuman tertinggi kepada pelaku

Akibat terjadinya incest

Korban dan pelaku stress, korban menjadi malu bergaul    karena tidak Pede, trauma dan rendah diri (tidak mau keluar rumah)

merusak  alat reproduksi anak; resiko tertular IMS (PMS); Selain kekerasan seksual, anak juga mengalami kekerasan psikologis sehingga anak menjadi malu/ tidak pede

 

 

Komentar Fasilitator:

 Beberapa hal yang dapat ditarik dalam diskusi kelompok mengenai incest adalah:

  1. Hubungan antara korban-pelaku   :     Masih ada hubungan keluarga;

  2. Usia :     Pelaku pasti lebih tua dari korban;

  3. Jenis kelamin :     Hubungan seksual sedarah dilakukan oleh laki-laki kepada perempuan selalu dari laki-laki kepada perempuan;

  4. Ada unsur paksaan (tidak mau tapi dipaksa). Menanggapi komentar dari seorang peserta tentang  bagaimana jika hubungan seksual tersebut berlangsung sampai berkali-kali apakah betul menandakan suka sama suka karena perkosaan terjadi cuma sekali, fasilitator menyatakan   bahwa hal ini harus dikritisi dan didiskusikan lebih jauh;

  5. Perasaan terhadap pelaku: kesel, jijik, marah tumpah ruah kepada pelaku;

  6. Perasaan terhadap korban: sedih, kasihan, dsbnya

  7. Tindakan yang dilakukan jika terjadi incest :

  • Lapor ke RT/Rw/ Kelurahan/ Polisi;

  • Pelaku diarak keliling kampung;

  • Pendampingan secara pribadi kepada korban untuk diberikan penguatan;

  • Penanganan medis => jika mengalami kekerasan korban akan terluka,

  • Adanya upaya pencegahan supaya incest tidak terjadi

Lihat Pembahasan Narasumber

Kembali Ke Halaman Utama

       


Holistic Solution Center | Hypnosis Association | EFT Indonesia | Psikoterapis | Bawah Sadar | Belajar Hipnotis | Layanan Hipnoterapi | Belajar Hipnoterapi | Buku Hipnotis Gratis | Hypnosis Training | Organisasi Hipnosis | Master Hipnotis | Solusi Salah Ketik | Fakir Magic | Sekolah Sulap | Psikologi Indonesia | Terapi Musik | Aktivasi Otak | Neurotherapy | Pengobatan Herbal | Artikel Kesehatan | Pakar Seks | Terapi Seks | Master Seks | Obat Ejakulasi Dini | Perusahaan Furniture | Master Indonesia | Toko Barang Antik | Terapi Tertawa | Kota Jepara | Pelatihan Internet Marketing