Kumpulan Berita Hukum Indonesia
Mantan Dubes Dituntut Lima Tahun

Mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura Mochammad Slamet Hidayat dan mantan Kepala Bagian Tata Usaha/Bendaharawan Kedutaan Besar Republik Indonesia Singapura Erizal dituntut lima tahun penjara. Keduanya juga harus membayar uang pengganti masing-masing Rp 981,583 juta yang jika tak dibayar diganti pidana penjara selama satu tahun.

Tuntutan itu dibacakan oleh tim jaksa penuntut umum Suwarji, Edy Hartoyo, I Kadek Wiradhana, dan Anang Supriatna di Pengadilan Khusus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Rabu (19/11). Sidang dipimpin ketua majelis hakim Masrurdin Chaniago.

Menurut jaksa Suwarji, Slamet Hidayat selaku Duta Besar RI untuk Singapura tak mengangkat panitia pengadaan barang dan jasa dalam perbaikan gedung kantor, Wisma Duta Besar, Wisma DCM, dan rumah dinas KBRI di Singapura. Ia sesuai kesepakatan dengan Erizal menunjuk Ben Soon Heng Engineering Enterprise, perusahaan tempat Lee Ah Kuang menjadi manajer proyek.

”Terdakwa II Erizal menentukan besarnya biaya perbaikan 3,380 juta dollar Singapura dengan tak membuat harga perkiraan sendiri dan tak melakukan negosiasi harga atau evaluasi harga, melainkan hanya menyesuaikan dengan penawaran yang dibuat Lee Ah Kuang,” kata jaksa I Kadek Wiradhana.

Ia melanjutkan, Slamet Hidayat meminta Erizal agar menyisakan dana 1 juta dollar Singapura dari biaya perbaikan gedung itu untuk keperluan dana pengurusan usulan Anggaran Biaya Tambahan (ABT).

Slamet juga memerintahkan Erizal menggunakan Mata Anggaran Pengeluaran Renovasi lebih dahulu sebesar 1,683 juta dollar Amerika Serikat untuk dibayarkan kepada Lee. Perbuatan Slamet dan Erizal itu melanggar Keputusan Presiden Nomor 18 Tahun 2000 tentang Pengadaan Barang dan Jasa. (vin)

Sumber: Kompas - Kamis, 20 November 2008

Solusi Kesalahan Mengetik Artikel
6313