Kumpulan Berita Hukum Indonesia
"Tim Gegana DPR" Minta Jatah Khusus

Mantan Ketua Komisi IV DPR Yusuf Erwin Faisal mengatakan, sekelompok anggota Komisi IV DPR yang menyebut diri mereka ”Tim Gegana” meminta jatah khusus. Menurut Yusuf, sekelompok orang yang terdiri atas 7-10 orang ini adalah mereka yang terlibat dalam proses alih fungsi hutan Pantai Air Telang, Sumatera Selatan.

Hal itu disampaikan Yusuf Erwin Faisal saat menjadi saksi dalam sidang di Pengadilan Khusus Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (26/11).

Yusuf menjadi saksi bagi terdakwa Sarjan Tahir, mantan anggota Komisi IV DPR. Selain Yusuf, saksi-saksi lain adalah anggota DPR Faqih Chaeroni dan sekretaris pribadi anggota DPR Azwar Chesputra.

Ketua majelis hakim Gusrizal menanyakan isi berita acara pemeriksaan Yusuf Erwin Faisal yang menyebut, 1,5 terbuka dan 1 tertutup untuk pasukan gegana. ”Apa maksudnya ini? Apa di DPR ada pasukan gegana?”

Yusuf menjawab bahwa kata-kata ”pasukan gegana” itu bukan kata-kata dirinya. ”Ada usulan dari teman-teman yang terlibat dalam proses ini meminta seandainya ada imbalan atau hadiah dari Palembang, mereka tidak ingin disamaratakan. Mereka meminta terpisah tidak dipukul rata ke semua anggota yang berjumlah 52 orang. Satu dua anggota DPR berceletuk menyebut tim tersebut adalah tim gegana. Maksud dari 1,5 terbuka adalah Rp 1,5 miliar yang dibagi kepada 52 anggota Komisi IV, sedangkan 1 tertutup berarti Rp 1 miliar yang dibagi ke tim khusus ini. Mereka adalah sekelompok berjumlah 7-10 anggota,” ujar Yusuf.

Saat ditanyakan hakim Gusrizal apakah pernyataan tersebut diungkapkan sebelum pertemuan di Hotel Mulia pada saat penyerahan uang Rp 2,5 miliar oleh Pemprov Sumatera Selatan, Yusuf membenarkan. ”Saudara Sarjan sudah melaporkan ada orang Palembang ingin ketemu langsung membahas masalah tersebut. Pada waktu itu belum tahu apakah membawa uang atau tidak, sebab tidak disinggung,” ujar Yusuf.

Hakim Gusrizal juga mengonfirmasi percakapan antara Yusuf dan Sarjan. Percakapan ini terungkap dalam berita acara pemeriksaan Yusuf Erwin Faisal 11 Juni 2008 Nomor 36. Di BAP tersebut tertulis, ”Saudara Sarjan seingat saya pernah mengatakan kepada saya di ruang sekretariat komisi dengan mengatakan kurang lebih seperti ’Untuk Sumsel tidak kosong (kering) Ketua.’ dan saya katakan kepada Sarjan agar diikuti sesuai prosedur, dan persoalan bantuan dana itu soal berikutnya.”

Ditanya Gusrizal apa yang dimaksud Sumsel tidak kering, Yusuf mengatakan, ”Teman-teman itu ada ekspektasi.” Gusrizal meminta Yusuf menjelaskan dengan lugas. Yusuf menjawab, ”Maksudnya berharap ada hadiah.”(VIN)

Sumber: Kompas - Kamis, 27 November 2008

Solusi Kesalahan Mengetik Artikel
6343