Kumpulan Berita Hukum Indonesia
Kinerja DPR Turun, Anggaran Malah Naik

Kinerja anggota Dewan Perwakilan Rakyat menjelang Pemilihan Umum 2009 menurun drastis karena banyak yang lebih mementingkan kampanye di daerah pemilihan masing-masing. Namun, anggaran DPR tahun 2009 justru mengalami kenaikan sekitar Rp 300 miliar.

Menurut keterangan Wakil Ketua Panitia Anggaran DPR Harry Azhar Azis dari Fraksi Partai Golkar, Senin (24/11), anggaran DPR yang telah disetujui untuk tahun 2009 sebesar Rp 2,021 triliun. Anggaran itu naik dari tahun 2008 yang besarnya sekitar Rp 1,7 triliun.

”Usulan semula Rp 2,3 triliun, tapi yang akhirnya disetujui Rp 2,021 triliun,” kata Harry.

Mencermati data Rencana Kerja dan Anggaran DPR, diketahui sempat ada pagu usulan Rp 2.920.118.260.898. Namun, pagu sementara tahun 2009 yang disetujui Rp 2.021.366.750.000.

Kinerja DPR yang semakin turun ini juga tampak pada Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan II, kemarin. Anggota DPR yang hadir secara fisik hanya seperempat dari total anggota DPR yang berjumlah 550 orang.

Menurut keterangan staf Sekretariat Jenderal DPR yang menangani daftar hadir, anggota Dewan yang menandatangani daftar saat sidang dibuka berjumlah 175 orang. Adapun pada akhir sidang 280 orang. Walaupun ada tanda tangan, belum tentu mereka hadir secara fisik.

Sementara itu, Kepala Biro Persidangan Paripurna Saiful Islam ketika diminta pers menunjukkan daftar hadir, menolak memberikannya. Dia malah kemudian menelepon atasannya. ”Posisi saya harus bagaimana?” ucap Saiful perlahan ketika menelepon atasannya. Setelah itu, dia mengatakan, pihaknya belum merekapitulasi daftar hadir dan baru bisa menyerahkan sehari kemudian.

Pendisiplinan

Wakil Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional Djoko Susilo meminta Agung Laksono selaku Ketua DPR untuk lebih mendisiplinkan anggota Dewan. ”Harus ada tindakan keras mendisiplinkan anggota agar citra DPR tidak terus terpuruk,” ucapnya.

Sesuai pengalaman sebelumnya, setiap menjelang pemilu, lanjut Djoko, memang banyak anggota DPR yang lebih berkonsentrasi pada kampanye. Padahal, masa kampanye Pemilu 2009 sekitar enam bulan. Masa itu lebih panjang dibandingkan pemilu lalu yang hanya dua bulan.

Menurut Harry, performa anggota DPR menjelang pemilu akan semakin rendah. Untuk mengatasi keadaan ini, masing- masing parpol harus mengawasi anggotanya secara lebih ketat agar dapat menyeimbangkan tugas kampanye dan tugas di DPR. (sut)

Sumber: Kompas - Selasa, 25 November 2008

Solusi Kesalahan Mengetik Artikel
6332