Kumpulan Berita Hukum Indonesia
Duit Panas Koperasi Pengayoman

Kejaksaan Agung menaksir kerugian negara dalam dugaan korupsi Sistem Administrasi Badan Hukum Rp 400 miliar. Kalau hitungan itu benar, Koperasi Pengayoman Pegawai Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia telah menikmati Rp 16 miliar sebagai jatah 4 persen dari seluruh pemasukan. Angka itu mendekati jumlah duit yang disita tim penyidik Kejaksaan saat menggeledah Koperasi pada Kamis pekan lalu. Jumlah persis duit yang disita adalah Rp 18,499 miliar. Selain itu, awal pekan ini Kejaksaan juga menyita Rp 2,418 dari brankas Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum.

Dari Mana Asal Duit

1. Seorang notaris bisa mengeluarkan Rp 2,3 juta untuk mengurus dokumen perusahaan.
2. Dalam sehari ada 200 permohonan untuk pendirian atau perubahan badan hukum saja.
3. Sebelum 2007, duit yang masuk rekening PT Sarana Rekatama Dinamika per bulan mencapai Rp 5 miliar. Setelah 2007 meningkat menjadi Rp 9 miliar per bulan.
4. Selama tujuh tahun sejak 2001, dana masyarakat yang tidak disetor ke kas negara itu ditaksir mencapai Rp 468 miliar.
5. Dari jumlah itu, 90 persen (Rp 421,20 miliar) masuk rekening PT Sarana; 6 persen (Rp 28,08 miliar) ke kantong para pejabat Ditjen AHU; dan 4 persen (Rp 18,72 miliar) ke kas Koperasi.
6. Jatah untuk para petinggi Ditjen AHU, dibagikan per bulan, besarnya ditentukan oleh Dirjen (Dirjen Rp 10 juta; Sekjen Rp 5 juta; Direktur Rp 2 juta; dan Kepala Subdirektorat Rp 1,5 juta).

TERSANGKA

1. Romli Atmasasmita, Dirjen AHU 2000-2001 (tersangka sejak 29 Oktober 2008)
2. Zulkarnain Yunus, Dirjen AHU 2001-2005 (tersangka sejak 24 Oktober 2008)
3. Syamsuddin Manan Sinaga, Dirjen AHU 2005-kini (tersangka sejak 24 Oktober 2008)
4. Yohanes Waworuntu, Direktur Utama PT Sarana Rekatama Dinamika.

DODY HIDAYAT | ANTON SEPTIAN | FAMEGA SYAVIRA
Sumber: Koran Tempo - Rabu, 26 November 2008

Solusi Kesalahan Mengetik Artikel
6341