Kumpulan Berita Hukum Indonesia
Bekas Penjaga Rumah Jadi Saksi

Bekas penjaga rumah milik Anthony Zeidra Abidin di Jalan Gandaria Tengah I Nomor 5, Jakarta, Wawan Ridwan, menjadi saksi meringankan bagi Anthony. Wawan menjelaskan, rumah Anthony pernah kedatangan tamu setelah hari raya Idul Fitri 2003. Tamu-tamu itu membawa koper.

Hal itu disampaikan Wawan di Pengadilan Khusus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Rabu (26/11). Wawan mengaku berhenti bekerja di rumah Anthony tahun 2007 dan sekarang menjadi buruh di Muaro Jambi.

Sidang yang dipimpin oleh ketua majelis hakim Masrurdin Chaniago mendengarkan keterangan saksi meringankan atau a de charge bagi terdakwa Anthony. Anthony dan Hamka Yandhu, anggota DPR periode 1999-2004, menjadi terdakwa bagi kasus dugaan aliran dana Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI) yang dimiliki Bank Indonesia (BI) ke sejumlah anggota DPR pada 2003.

Wawan menjelaskan, ia bekerja di rumah itu sejak akhir 2001, ketika rumah itu masih dimiliki oleh Ganis. Rumah di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, itu berpindah tangan ke Anthony pada pertengahan Juli 2003. Pada saat itu Anthony belum menempati rumah itu.

Maqdir Ismail, penasihat hukum Anthony, menanyakan, kapan Anthony dan keluarganya menempati rumah itu. Wawan menjawab, ”Menjelang bulan puasa. Saya lupa bulan apa.” Maqdir menanyakan apakah itu sesudah Agustus 2003, Wawan pun membenarkannya.

Maqdir bertanya lagi, ”Apakah ketika Pak Anthony dan keluarga pindah ke sana, banyak tidak tamu yang datang ke sana?” Wawan menjawab, Anthony pertama kali menerima tamu setelah Lebaran 2003.

Wawan juga menjelaskan, barang-barang di rumah itu datang satu per satu. Pada Agustus 2003, yang masuk terlebih dahulu adalah kasur.

Maqdir kembali menanyakan soal tamu yang datang ke rumah Anthony. Wawan menjelaskan, waktu itu ada dua tamu dan dua mobil. Saat ditanyakan siapa tamu yang pertama, saksi mengatakan kalau melihat orangnya mungkin ingat.

Maqdir kembali bertanya apakah orangnya ada di sini, Wawan menjawab, ”Insya Allah Beliau, yang paling ujung (Hamka Yandhu).”

Wawan bercerita, mobil yang pertama kali datang yang berisi Hamka diparkir di garasi dalam. Mobil kedua yang datang diparkir di luar. Dari mobil kedua keluar tiga orang, yaitu dua tamu dan seorang sopir.

Saat ditanyakan hakim Moerdiono ciri-ciri sopir dari mobil kedua, Wawan mengatakan, kedua orangnya sudah tua dan badannya kecil.

Menurut Wawan, dari mobil kedua ia melihat dua tamu dan sopir itu mengeluarkan koper. Bahkan, saksi mengaku sempat membantunya. Mobil yang dipakai oleh tamu yang kedua adalah minibus dengan warna terang, seperti hijau terang.

Wawan mengatakan, setelah diturunkan, koper itu dibawa masuk ke ruang tamu yang panjangnya tiga meter dan lebar dua meter. Ia mengatakan tidak tahu apa yang terjadi dalam ruang tamu. Ia juga tidak menanyakan kepada sopir dari tamu kedua apa isi koper itu.

Menurut Wawan, tamu itu berada di dalam rumah selama satu jam. Mereka datang pada siang hari. Tamu-tamu yang kedua ini pulang terlebih dahulu.

Jaksa penuntut umum I Ketut Sumedana menanyakan apakah Wawan pernah mengajukan cuti. Wawan mengatakan, ia sama sekali belum pernah mengajukan cuti. (VIN)

Sumber: Kompas - Kamis, 27 November 2008

Solusi Kesalahan Mengetik Artikel
6344