Kumpulan Berita Hukum Indonesia
Mantan Direktur Investasi Diadili

Jakarta, Kompas - Menyusul mantan Direktur Utama PT Jamsostek Ahmad Djunaidi, kini giliran mantan Direktur Investasi PT Jamsostek Andy Rachman Alamsyah diadili dalam perkara korupsi di PT Jamsostek. Sidang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (14/12), dipimpin majelis hakim yang diketuai Sutjahjo Padmo.

Dalam surat dakwaan setebal 70 halaman yang dibacakan bergantian oleh jaksa penuntut umum yang dipimpin Heru Chairuddin disebutkan, Andy R Alamsyah didakwa merugikan negara, dalam hal ini PT Jamsostek, sebesar Rp 411,085 miliar. Jumlah itu berupa kerugian yang dialami PT Jamsostek akibat investasi surat utang jangka menengah sebesar Rp 311,085 miliar dan investasi obligasi subordinasi sebesar Rp 100 miliar.

Terdakwa dinilai telah melakukan beberapa perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain serta menyalahgunakan kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatannya sebagai direktur investasi. Selain itu, terdakwa secara melawan hukum mengabaikan risiko dan keamanan dana dalam melakukan investasi.

Dakwaan merugikan negara dalam investasi medium term notes dilakukan bersama-sama dengan Ahmad Djunaidi. Medium term notes itu diterbitkan PT Dhanatunggal Binasatya (Rp 97,835 miliar), PT Sapta Prana Jaya (Rp 100 miliar), PT Suryaindo Pradana (Rp 80 miliar), dan PT Volgren (Rp 33,25 miliar), yang dilakukan sepanjang Maret- Oktober 2001.

Sementara investasi obligasi subordinasi yang diterbitkan Bank Global dilakukan terdakwa tanpa persetujuan direktur utama sepanjang Mei-Juni 2003.

Menanggapi dakwaan jaksa, Andy menyatakan tidak paham, termasuk dakwaan menguntungkan diri sendiri dan orang lain. Jaksa Heru mengatakan, seharusnya investasi obligasi subordinasi tidak dilakukan. (idr)

Sumber: Kompas Kamis, 15 Desember 2005

Solusi Kesalahan Mengetik Artikel
17