Kumpulan Berita Hukum Indonesia
Hamka dan Anthony Diperiksa untuk Aulia

Untuk melengkapi berkas perkara aliran dana Rp 100 miliar dari Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia dan Bank Indonesia, Selasa (25/11) di Jakarta, Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa dua anggota Komisi IX DPR periode 1999-2004, Hamka Yandhu dan Anthony Zeidra Abidin. Keduanya menjadi saksi untuk perkara dengan tersangka mantan Deputi Gubernur BI, Aulia T Pohan, Maman Soemantri, BunBunan EJ Hutapea, dan Aslim Tadjuddin.

Saat keluar dari gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Hamka mengatakan, ”Masih seperti yang dulu-dulu. Tadi hanya memperdalam.” Anthony diam.

Juru Bicara KPK Johan Budi mengakui, Hamka dan Anthony memang sudah beberapa kali diperiksa, baik sebagai saksi maupun tersangka. Namun, untuk memenuhi prosedur pembuatan berita acara pemeriksaan untuk Aulia Pohan dan tiga rekannya, mereka harus diperiksa kembali meski mungkin yang disampaikan sama seperti pemeriksaan sebelumnya.

Soal belum ditahannya Aulia dan ketiga rekannya, Johan juga mengatakan, KPK memiliki alasan obyektif dan subyektif untuk menahan tersangka. ”Namun, sebelum seorang tersangka dibawa ke pengadilan, KPK memiliki kebiasaan menahan tersangka. KPK akan melakukan kebijakan ini pada siapa pun,” janji dia.

Secara terpisah, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman di Jakarta, Selasa, mengatakan, KPK seharusnya dapat mempercepat penyidikan kasus aliran dana BI/YPPI ke sejumlah anggota DPR periode 1999-2004 dan bekas pejabat BI. Caranya, KPK harus segera menahan Aulia dan ketiga rekannya.

Percepatan penyelesaian kasus itu juga diyakini dapat mencegah politisasi yang mungkin dilakukan sejumlah pihak. Politisasi kasus itu akan mempersulit pencapaian keadilan. (nwo)

Sumber: Kompas - Rabu, 26 November 2008

Solusi Kesalahan Mengetik Artikel
6339