Kumpulan Berita Hukum Indonesia
Ajakan Untuk Memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia

www.transparansi.or.id - Perserikat Bangsa-Bangsa telah merativikasi Konvensi Anti Korupsi di Merida, Meksiko pada tanggal 9 Desember 2003. Tanggal tersebut kemudian ditetapkan menjadi Hari Anti Korupsi Sedunia. Pemerintah Indonesia dalam upayanya memberantas dan menanggulangi korupsi,  menerbitkan Inpres No. 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi.

Berkenaan dengan itu, 3 Pilar Kemitraan sebagai panitia, mengajak seluruh komponen bangsa untuk membangun gerakan nasional anti korupsi pada tanggal 9 Desember 2006 di seluruh kota dan kabupaten di semua lembaga/institusi dengan caranya masing-masing.

Panitia Hari Anti Korupsi Sedunia 2006 juga menghimbau kepada segenap komponen bansga untuk berdoa sejenak pada hari Sabtu, 9 Desember 2006 antara pukul 09.40 - 09.45 WIB dengan harapan agar bangsa ini terbebas dari perilaku korupsi.

Tiga Pilar Kemitraan (3PK) adalah kemitraan dari unsur Penyelenggara Negara, Dunia Usaha dan Masyarakat Madani didirikan pada tanggal 27 September 2002 yang diprakarsai oleh Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI),  Kadin Indonesia dan Kementerian Negara Pemberdayaan Aparatur Negara.  Keanggotaan 3PK  hingga Oktober berjumlah 70 lembaga.

Agar terbangun semangat nasional dan untuk mencerminkan kekuatan rakyat yang anti korupsi, 3 Pilar Kemitraan mengharapkan partisipasi dari komponen masyarakat umum dari berbagai lapisan untuk dapat hadir dalam peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia yang akan diselenggarakan pada

Hari/Tanggal : Sabtu, 9 Desember 2006
Tempat          : Tugu Proklamasi,
                        Jl. Proklamasi, Jakarta Pusat
Waktu           : 07.00 - 11.30 Wib.

3 Pilar Kemitraan mengharapkan kegiatan ini dapat diselenggarakan secara santun, bermakna dan mandiri. 

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperingati hari antikorupsi sedunia yang merupakan peringatan pertama kali dilaksanakan di Indonesia, dengan misi :

- Menciptakan iklim nasional yang kondusif, dan merangsang tumbuh dan berkembangnya masyarakat yang bermoral dan beretika menuju terbangunnya bangsa Indonesia yang jujur, adil dan terbuka.

- Menumbuhkan masyarakat yang transparan yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran dan kejujuran dalam arti yang seluas-luasnya.

- Meningkatkan perhatian dan dukungan aktif dari generasi muda pada khususnya dan masyarakat pada umumnya terhadap upaya-upaya pemberantasan praktek-praktek korupsi atau ketidakjujuran serta menumbuhkan semangat penolakan terhadap  praktek-praktek tersebut.

- Meningkatkan kesadaran seluruh komponen bangsa bahwa praktek-praktek korupsi hanya akan mengakibatkan kerusakan tatanan berbangsa dan bernegara.

- Menggalang partisipasi sektor swasta dalam kegiatan pemberantasan praktek-praktek korupsi serta menumbuhkan semangat penolakan terhadap  praktek-praktek tersebut.

- Menjadi media bagi generasi muda pada khususnya dan masyarakat pada umunya untuk menyampaikan ide dan pemikiran untuk membantu terciptanya  masyarakat dan pemerintah yang jujur dan terbuka.

- Menjadi stimulus bagi lahirnya upaya-upaya lain yang memiliki semangat serta komitmen yang sama untuk memerangi korupsi dan memunculkan semangat baru untuk hidup jujur dan terbuka.

Solusi Kesalahan Mengetik Artikel
2444