Kumpulan Berita Hukum Indonesia
Mendagri dan Rekanan Lakukan Sosialisasi

Mantan Direktur Jenderal Otonomi Daerah, Departemen Dalam Negeri, Oentarto Sindung Mawardi menyatakan, sosialisasi pengadaan mobil pemadam kebakaran di sejumlah daerah pada tahun 2003-2004 dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri (saat itu) Hari Sabarno dan Direktur Utama PT Istana Sarana Raya Hengky Samuel Daud.

Hal ini disampaikan Oentarto seusai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (19/11). Dalam pemeriksaan kemarin, Oentarto yang sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus ini sejak Mei 2008 mengaku masih ditanya tentang penerbitan Radiogram Mendagri Nomor 22 Tahun 2002 pada Desember 2002 tentang pengadaan mobil pemadam kebakaran.

Oentarto kembali menyatakan, dirinya menerbitkan radiogram itu karena diminta oleh Hengky Samuel Daud yang saat itu dikenalnya sebagai staf khusus Hari Sabarno. Saat meminta penerbitan radiogram, Hengky yang biasa mengendarai mobil bernomor polisi Mabes TNI ini mengeluarkan senjata api dan kartu anggota intelijen.

Oentarto yakin, Hari Sabarno mengetahui tentang radiogram tersebut karena hal itu merupakan bagian dari wewenang Mendagri.

Bahkan, lanjut dia, Hari Sabarno dan Hengky mengadakan sosialisasi tentang pengadaan mobil pemadam kebakaran yang ditulis di radiogram itu ke sejumlah daerah. ”Di Jawa Barat, pernah ada pertemuan antara (Gubernur Jawa Barat saat itu) Danny Setiawan, Hengky, dan Hari Sabarno untuk membahas pengadaan mobil itu,” ucap dia.

Namun, Danny Setiawan yang sudah ditahan KPK dalam kasus ini menyangkal pernah bertemu dengan Hengky dan Hari Sabarno untuk membahas proyek pengadaan mobil pemadam kebakaran. ”Saya tidak pernah bertemu dengan mereka,” kata Danny, kemarin, seusai diperiksa. (NWO)

Sumber: Kompas - Kamis, 20 November 2008

Solusi Kesalahan Mengetik Artikel
6314