Kumpulan Berita Hukum Indonesia
Jakgung: Hakim Terlalu Cepat Ambil Keputusan

Jakarta, Kompas - Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh mengemukakan, keputusan hakim yang mengatakan bahwa berita acara terkait kasus Nurdin Halid ada yang dipalsukan, itu tergesa-gesa. Keputusan palsu atau tidaknya berita acara belum dapat dinyatakan kebenarannya karena hanya berdasarkan keterangan saksi dan belum dibuktikan oleh laboratorium kriminal.

”Menurut saya, itu baru dugaan, tetapi hakim sudah bilang itu dipalsukan,” ujar Abdul Rahman Saleh sebelum rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (19/12).

Abdul Rahman mengemukakan, pihaknya telah memanggil para jaksa untuk menelusuri dari mana dugaan kepalsuan itu berawal. Dari penjelasan para jaksa, dugaan tersebut berawal dari kepolisian. ”Para jaksa bilang menerima dari polisi seperti itu,” ujarnya.

Menurut Jaksa Agung, untuk kasus Nurdin Halid, hakim belum memutuskan pokok perkara karena yang diputuskan adalah hal-hal pinggirannya saja, yang mengatakan berita acara ada yang dipalsukan berdasarkan keterangan polisi ketika sidang.

”Saya tidak bilang yang salah polisi. Kan belum dibuktikan oleh laboratorium kriminal, apakah palsu atau tidak. Tetapi hakim bilang itu palsu karena mendengar para saksi,” ujarnya.

Mengenai dugaan kepalsuan berita acara yang berawal dari polisi, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal (Pol) Sutanto mengemukakan akan melakukan pengecekan dan penelusuran. ”Kalau terbukti melakukan pemalsuan, siapa pun yang bertindak tentu akan kami tangani,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Badan Pekerja Indonesia Corruption Watch Teten Masduki berpendapat, lima pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang sudah ditahan Kejaksaan Agung sejak 30 November lalu dapat ”dimanfaatkan” untuk mendalami perkara Nurdin Halid. Dia mengatakan, Soemantri, Wahjono Herwanto, Athan Carina Yamiral Aziz, dan Sinta Dewi dapat menjadi whistle blower dalam perkara gula impor yang melibatkan Nurdin. Sebagai pegawai Ditjen Bea dan Cukai di Tanjung Priok, mereka tahu banyak soal tersebut.

Menurut Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Hendarman Supandji, perkara ini akan diajukan lagi oleh kejaksaan. Penyidikan tidak perlu melibatkan lima pegawai Bea dan Cukai tersebut sebagai saksi. (IDR/INU)

Sumber: Selasa, 20 Desember 2005

Solusi Kesalahan Mengetik Artikel
39