Kumpulan Berita Hukum Indonesia
Nurdin Halid Bebas Bersyarat Hari Ini

Terpidana dua tahun penjara dalam perkara korupsi penyaluran minyak goreng Bulog, Nurdin Halid, akan bebas pada Kamis (27/11) ini. Mantan Ketua Koperasi Distribusi Indonesia itu dibebaskan bersyarat setelah menjalani dua pertiga dari masa tahanannya.

Kepala Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Akbar Hadi Prabowo membenarkan hal itu. ”Nurdin juga sudah melalui tahapan dalam proses pembebasan bersyarat,” kata dia, Rabu di Jakarta.

Tahapan pembebasan bersyarat itu, antara lain, melalui sidang tim pengamat pemasyarakatan maupun Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan. Nurdin juga dinilai berkelakuan baik. Ia akan menerima surat keputusan tentang pembebasan bersyarat.

Ali Abbas, pengacara Nurdin Halid, melalui telepon, mengaku belum tahu soal pembebasan bersyarat kliennya. ”Kami malah belum dapat kabar itu. Namun, kalau memang bebas bersyarat, ya, itu hak selaku terpidana. Kan sudah menjalani dua pertiga masa tahanan,” kata dia.

Nurdin ditahan di Rumah Tahanan Salemba, Jakarta, sejak 18 September 2007. Seperti diberitakan, menjelang penahanan, Nurdin dan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan Hidayatullah berhubungan melalui telepon. Mereka bersepakat bertemu di depan Rutan Salemba dalam rangka eksekusi putusan Mahkamah Agung yang menjatuhkan dua tahun penjara kepada Nurdin (Kompas, 21/9/2007).

Soal masa tahanan Nurdin, apakah sudah mencakup dua pertiga masa tahanan, Akbar menjawab, ”Sudah. Kan diperhitungkan dengan remisinya.”

Akbar mengemukakan, Nurdin tidak sendirian. Sepanjang November ini, Dephuk dan HAM mengeluarkan surat keputusan (SK) pembebasan bersyarat terhadap 46 terpidana yang ditahan di Rumah Tahanan Salemba. Di seluruh DKI Jakarta, Dephuk dan HAM mengeluarkan 132 SK dan di Indonesia sebanyak 1.972 SK pembebasan bersyarat selama November 2008.

”Keseluruhan, selama Januari sampai dengan November 2008, dikeluarkan 14.414 surat keputusan tentang pembebasan bersyarat,” kata Akbar. (idr)

Sumber: Kompas - Kamis, 27 November 2008

Solusi Kesalahan Mengetik Artikel
6349