Kumpulan Berita Hukum Indonesia
Keputusan Presiden Soal Penggantian Jimly Tunggu Calon Baru

JAKARTA -- Keputusan Presiden tentang penggantian hakim konstitusi Jimly Asshiddiqie belum diterbitkan. Menteri-Sekretaris Negara Hatta Rajasa mengatakan sebaiknya Mahkamah Konstitusi mengajukan calon pengganti Jimly sebelum keputusan presiden diterbitkan.

"Jadi ada baiknya memang, pada saat MK mengajukan, itu sudah ada calonnya, sehingga tidak ada kekosongan," kata Hatta di Istana Negara kemarin.

Hatta menjelaskan, dalam undang-undang, peraturan pengunduran diri itu diajukan Mahkamah Konstitusi kepada presiden. Setelah itu, dalam waktu 30 hari setelah pengunduran, Dewan Perwakilan Rakyat sudah harus menetapkan penggantinya.

"Sekarang Ketua MK sudah membuat surat kepada DPR untuk melakukan pembahasan. Mencari pengganti Pak Jimly," kata Hatta. "Nanti kita tunggu surat dari Ketua MK kepada Presiden."

Ia mengatakan, sampai saat ini Ketua Mahkamah Konstitusi belum membuat surat resmi kepada Presiden. "Sebab, kalau beliau membuat surat, itu berdasarkan undang-undang, 30 hari sesudah itu sudah ada penggantinya," katanya.

Sebelumnya, Ketua Komisi Hukum DPR Trimedya Panjaitan akan membuka seleksi anggota hakim Mahkamah Konstitusi kepada masyarakat. "Kami akan memasang iklan bagi publik yang berminat menjadi hakim konstitusi pada 9 Desember," kata Trimedya. Mahkamah Konstitusi membutuhkan seorang hakim konstitusi untuk mengisi posisi Jimly, yang mengundurkan diri tertanggal 30 November lalu. NININ DAMAYATI

Sumber: Koran Tempo - Sabtu, 6 Desember 2008

Solusi Kesalahan Mengetik Artikel
6386