Kumpulan Berita Hukum Indonesia
Menteri Keuangan dan Vista Bella Berdamai

PT Vista Bella Pratama dan Menteri Keuangan akhirnya sepakat berdamai terkait permasalahan jual beli piutang PT Timor Putra Nasional. Keduanya sepakat membatalkan perjanjian jual beli piutang itu dan menghentikan gugatan perdata yang dilayangkan kedua belah pihak.

Kuasa hukum PT Vista Bella Rakhmat Indra mengungkapkan hal itu, Rabu (26/11) di Jakarta. Kesepakatan itu merupakan hasil mediasi dalam perkara gugatan Vista Bella terhadap Menkeu.

Kasus ini bermula ketika PT Timor Putra Nasional (TPN) terbelit utang Rp 4,045 triliun ke Bank Dagang Negara dan Bank Bumi Daya. Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) mengambil alih piutang itu. Piutang atau hak tagih atas PT TPN itu dijual kepada Vista Bella seharga Rp 444 miliar.

Namun, pada Mei 2008 Menkeu menggugat PT Vista Bella, PT Mandala Buana Bakti, PT Humpuss, PT TPN, dan Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto terkait penjualan piutang itu. Pemerintah, melalui Menkeu, menilai, perjanjian jual beli itu melanggar hukum. Pasalnya, Vista Bella diduga memiliki afiliasi dengan PT TPN. Perkara itu kini sedang disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Di sela perkara itu, Vista Bella balik menggugat Menkeu. Pada saat ini, perkara ini sedang dalam proses mediasi dan berhasil.

”Kami sepakat menghentikan kasus ini di sini, baik gugatan Menkeu terhadap Vista Bella maupun Vista Bella terhadap Menkeu,” ujar Rakhmat.

Menurut Rakhmat, keberhasilan mediasi itu mengakibatkan piutang atas TPN kembali pada BPPN atau Menkeu. Menkeu memiliki hak tagih kembali terhadap uang Rp 4,045 triliun.

Ditanya mengenai uang pembelian piutang yang sudah dibayarkan Vista Bella, Rakhmat mengaku hal itu belum dibicarakan.

Alasan perdamaian, menurut Rakhmat, antara lain karena kliennya merasa lelah. ”Digugat sana, digugat sini. Padahal, yang didapat dari hak tagih itu tidak seberapa,” katanya.

Mengenai perdamaian ini, Jaksa Joseph Suardi Sabda membenarkan hal itu. (ana)

Sumber: Kompas - Kamis, 27 November 2008

Solusi Kesalahan Mengetik Artikel
6342