Kumpulan Berita Hukum Indonesia
Dephuk dan HAM Belum Terima Blokir Rekening

Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia belum menerima permintaan blokir rekening Sistem Administrasi Badan Hukum. Namun, Dephuk dan HAM telah menutup pengeluaran dari rekening tersebut.

Hal itu disampaikan Menteri Hukum dan HAM Andi Mattalatta seusai acara Legal Expo Institusi Pelaku Pembangunan Hukum dan HAM di Kantor Dephuk dan HAM, Jakarta, Rabu (19/11).

”Yang minta pembekuan rekening adalah kejaksaan. Saya sudah bicara dengan Jaksa Agung Hendarman. Kita belum tahu ini barang halal atau haram, syukur-syukur pengadilan menyebutkan ini tidak masalah,” kata Andi Mattalatta.

Menurut dia, pelayanan Sisminbakum tetap berjalan, tetapi pengeluaran uang dari rekening telah dihentikan dulu sampai ada putusan pengadilan.

”Jangan sampai keluar-keluar terus tetapi ternyata korupsi. Kan mati semua nanti pegawai yang menangani Sisminbakum,” kata Andi Mattalatta.

Mengenai posisi Syamsuddin Manan Sinaga, Andi mengatakan, Syamsuddin telah dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum. Syamsuddin Manan Sinaga telah ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan Zulkarnain Yunus dan Romli Atmasasmita.

Di Yogyakarta, Andi meminta staf Dephuk dan HAM berbicara apa adanya memberikan keterangan tentang kasus korupsi Sisminbakum. Andi juga meminta jangan ada yang menghalang-halangi kerja Kejaksaan Agung dalam menangani kasus itu. ”Saya yakin saat program ini diintroduksi tidak ada niat jahat. Karena itu, tidak perlu takut,” kata Andi seusai membuka acara Seminar dan Temu Hukum Nasional IX di Yogyakarta.

Menurut Andi, tidak perlu ada yang ditakuti kecuali memang ada niat jahat saat kebijakan itu diintroduksi. (VIN/rwn)

Sumber: Kompas - Jumat, 21 November 2008

Solusi Kesalahan Mengetik Artikel
6322