Kumpulan Berita Hukum Indonesia
Rekanan Divonis 4 Tahun

Rekanan Departemen Perhubungan, Deddy Suwarsono selaku Direktur Utama PT Bina Mina Karya Perkasa, divonis empat tahun penjara dan membayar denda Rp 200 juta subsider enam bulan kurungan. Deddy dinilai bersekongkol dengan aparatur negara, yaitu anggota DPR, Bulyan Royan, dan pejabat Dephub, Djoni Anwir Algamar dan Tansean Parlindungan Malau, untuk mendapatkan proyek pengadaan kapal patroli kelas III.

Putusan itu dibacakan secara bergantian oleh majelis hakim Pengadilan Khusus Tindak Pidana Korupsi yang dipimpin Teguh Hariyanto, Jakarta, Senin (1/12). Deddy mengatakan pikir-pikir dulu sebelum mengajukan banding atas putusan itu. Hal yang sama dikatakan Tim Jaksa Penuntut Umum.

Menurut majelis, Deddy terbukti melanggar Pasal 5 Ayat 1 Huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Menurut hakim Ugo, Deddy melakukan pertemuan dengan Bulyan serta Djoni dan Tansean yang adalah pegawai negeri di Dephub di Hotel Crowne, Hotel Borobudur, Hotel Mercure, dan Hotel Red Top (Jakarta). Maksudnya, agar Bulyan, Djoni, dan Tansean memenangkan perusahaan terdakwa dalam proyek kapal patroli kelas III Ditjen Perhubungan Laut Dephub.

Ugo menuturkan, Tansean atas perintah Djoni membagi-bagikan kupon paket undian proyek kepada lima perusahaan rekanan, termasuk PT Bina Mina Karya Perkasa. ”Paket undian sebelum lelang dilangsungkan, padahal lelang dilaksanakan 18 Maret sampai 30 April 2008. Lelang itu hanya formalitas karena pemenang telah ditentukan sebelumnya,” tuturnya.

Ia melanjutkan, proyek pengadaan kapal patroli kelas III dilaksanakan secara formalitas. Karena itu, kata Ugo, cara-cara yang dilakukan Deddy bersama Bulyan, Djoni, dan Tansean merupakan perbuatan yang bertentangan dengan kewajiban mereka selaku pegawai negeri atau penyelenggara negara.

Hakim Achmad Linoh menjelaskan, Deddy memberikan uang kepada Bulyan sebagai tanda jadi proyek pengadaan kapal patroli senilai Rp 250 juta, dengan rincian 7 Agustus 2007 Rp 100 juta, 10 September 2007 Rp 50 juta, dan 4 Oktober 2007 Rp 100 juta.

Linoh menyebutkan, pada 25 Juni 2008, Deddy juga memberikan kepada Bulyan Rp 1,430 miliar yang berasal dari uang muka 20 persen dari nilai proyek pengadaan kapal itu. (VIN)

Sumber: Kompas - Selasa, 2 Desember 2008

Solusi Kesalahan Mengetik Artikel
6372