Kumpulan Berita Hukum Indonesia
Nazaruddin Menolak Putusan Hakim

TEMPO Interaktif, Jakarta: Ketua Komisi Pemilihan Umum Nazaruddin Sjamsuddin langsung menyatakan banding atas putusan hakim, yang menghukumnya tujuh tahun penjara.

Selain hukuman tujuh tahun penjara, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi mewajibkan Nazaruddin membayar denda sebesar Rp 300 juta dan uang pengganti sebesar Rp 5,3 miliar.

Majelis hakim yang diketuai Kresna Menon mengatakan, Nazaruddin melakukan korupsi karena melakukan penunjukan langsung dalam pengadaan asuransi jaminan keselamatan bagi petugas penyelenggara pemilu. Guru besar ilmu politik itu dinyatakan melanggar aturan pengadaan barang dan jasa.

Nazaruddin bersama Kepala Biro Keuangan KPU Hamdani Amin juga dinyatakan membuat panitia pengadaan dan proses pelelangan fiktif. Pembentukan panitia dan proses pelelangan, kata majelis, dibuat setelah Nazaruddin menandatangani kerjasama dengan PT Asuransi Bumi Putra Muda 1967 sebesar Rp 14,8 miliar.

Namun, Nazaruddin membantah berbuat kesalahan. "Penunjukan (langsung) itu karena waktu yang sudah sangat mendesak," katanya. Edy Can

Sumber: Tempo Interaktif - Rabu, 14 Desember 2005 | 14:59 WIB (http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2005/12/14/brk,20051214-70609,id.html)

Solusi Kesalahan Mengetik Artikel
9