Kumpulan Berita Hukum Indonesia
PT Timor Meminta Putusan Mahkamah Agung Dilaksanakan

PT Timor Putra Nasional memohonkan teguran terhadap Bank Mandiri dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati agar segera melaksanakan putusan kasasi Mahkamah Agung. Putusan MA itu mengabulkan kasasi Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto terkait uang PT TPN di Bank Mandiri.

Permohonan teguran atau aanmaning dibacakan dalam sidang yang dipimpin Wakil Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Syahrial Sidik selaku pemimpin PN Jaksel, Rabu (19/11). Pihak pemohon diwakili pengacara OC Kaligis, Menkeu diwakili Didik Haryanto dan Usan Amirullah, serta Bank Mandiri diwakili Hadianto dan Tantan Rustandi.

”Termohon aanmaning diberi waktu delapan hari untuk melaksanakan putusan secara damai,” kata Syahrial Sidik, yang ditemui wartawan seusai sidang.

Menjawab pertanyaan wartawan, Syahrial menjelaskan, apabila setelah delapan hari itu putusan tak juga dilaksanakan, pihak PT TPN dapat memohonkan aanmaning sekali lagi. ”Atau, eksekusi dapat dilakukan menurut hukum yang berlaku. Artinya, eksekusi ini kan upaya paksa,” katanya.

Salah seorang jaksa pengacara negara yang menerima kuasa Menkeu, Toni Sinay, mengatakan, jaksa masih akan melaporkan hal tersebut kepada pemberi kuasa.

OC Kaligis mengatakan, setelah delapan hari terlewati, pihaknya akan melakukan eksekusi putusan MA.

”Tidak bisa lain, uang itu harus dikembalikan kepada pemiliknya sesuai putusan MA, yaitu PT Timor. Setelah delapan hari nanti, mesti kembali duit itu,” katanya.

Sebelumnya, putusan MA menyatakan, PT TPN sebagai pemilik sah rekening deposito dan giro di Bank Mandiri berikut bunga tanpa kecuali. MA menghukum Bank Mandiri untuk membayar atau mencairkan seluruh rekening giro atau deposito atas nama PT TPN tanpa kecuali.

Majelis kasasi juga menghukum Menkeu agar tunduk dan patuh atas putusan tersebut.

Diperkirakan, uang PT TPN yang tersimpan di Bank Mandiri sebesar Rp 1,2 triliun. Jumlah tersebut belum termasuk bunga. Pada 28 Agustus 2008, dana tersebut dipindahkan ke rekening sementara atas nama pemerintah.

Dalam sidang kemarin, pihak Bank Mandiri sempat menyatakan, putusan tidak dapat dilaksanakan karena dana telah dipindahkan ke rekening sementara pemerintah atas perintah Menkeu. Pihak Menkeu membenarkan bahwa telah memerintahkan Bank Mandiri untuk melakukan hal tersebut.

Syahrial menanyakan, kenapa hal seperti itu bisa terjadi. ”Kan saat itu perkara sedang berjalan,” katanya.

Berdasarkan catatan Kompas, Menkeu Sri Mulyani pernah mengemukakan, uang Rp 1,2 triliun yang dicairkan di Bank Mandiri terkait kasus sengketa pemerintah dengan Tommy Soeharto adalah uang pemerintah. Apabila Tommy keberatan dengan pencairan itu, Sri Mulyani mempersilakan berhadapan dengan Kejagung. (idr)

Sumber: Kompas - Kamis, 20 November 2008

Solusi Kesalahan Mengetik Artikel
6315