Kumpulan Berita Hukum Indonesia
Sofyan Djalil Dinilai Terjebak Konflik Kepentingan

JAKARTA -- Sejumlah ekonom menilai kepemilikan saham PT Bumi Resources Tbk oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara Sofyan Djalil telah menimbulkan konflik kepentingan.

Ekonom Faisal Basri mengatakan konflik kepentingan terjadi karena, selain sebagai pemilik saham, Sofyan memiliki akses dalam pengambilan keputusan yang mempengaruhi saham Bumi. "Dia bahkan bertindak sebagai Menteri Keuangan ad interim saat suspensi saham Bumi dilakukan," katanya kemarin.

Saham tambang batu bara milik Grup Bakrie itu dihentikan perdagangannya di Bursa Efek Indonesia pada 7 Oktober lalu, setelah harganya longsor hebat. Saat itu, Sofyan diangkat sebagai Menteri Keuangan ad interim karena Sri Mulyani sedang ke Dubai.

Seharusnya, kata Faisal, Sofyan mengumumkan kepemilikan sahamnya itu jauh-jauh hari. "Sehingga Presiden bisa menempatkannya di pos yang bebas konflik kepentingan," ujarnya.

Ekonom Universitas Gadjah Mada, Revrisond Baswir, menegaskan setiap orang berhak punya saham. Tapi catatannya, "Sebagai menteri, Sofyan tidak boleh membuat keputusan yang berat sebelah kepada Bumi."

Seperti diberitakan koran ini, Sofyan mengaku, sejak 2003 memiliki saham Bumi, yang kini ditaksir nilainya Rp 2 miliar. Namun, dia menegaskan tak ada sangkut-paut dengan jabatannya. "Apa hubungannya?" ujarnya, "Saya punya saham Bumi sudah lama, sebelum menjadi menteri. Saya beli Rp 75 per lembar."

Persoalannya, belakangan muncul kabar Sofyan datang ke Istana dan memberi masukan kepada Presiden agar pemerintah melakukan "intervensi" membatalkan rencana Bursa memperdagangkan kembali saham Bumi pada Rabu lalu. Ini pun ia bantah. "Itu rumor," katanya.

Pengamat pasar modal Yanuar Rizky mengatakan, dengan adanya konflik kepentingan itu, Sofyan pun tidak boleh mengambil keputusan dalam soal rencana bergabungnya tiga perusahaan negara, yakni Bukit Asam, Aneka Tambang, dan Timah, ke konsorsium Northstar Pacific untuk membeli saham Bumi.

Ia juga menyorot tajam pernyataan Sofyan di berbagai kesempatan yang menyatakan saham Bumi merupakan barang bagus yang layak dibeli. "Itu jelas konflik kepentingan," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Fuad Rahmany menyatakan tidak akan melakukan suspensi saham Bumi lagi karena merosotnya harga saham Bumi tidak memberikan dampak kepada bursa saham. "Saham Bumi menurun tapi Indeks harga saham gabungan kita dalam posisi baik," ujar Fuad.SETRI YASRA | BUNGA MANGGIASIH

Sumber: Koran Tempo - Selasa, 11 November 2008

Solusi Kesalahan Mengetik Artikel
6274