Kumpulan Berita Hukum Indonesia
Rustanto: Kunjungan ke Mesir Berhasil

KAIRO -- Ketua Rombongan DPR yang berkunjung ke Mesir, Rustanto Wahidi, menyatakan kepuasannya dengan hasil studi banding ke Mesir. "Hasil studi banding ini sangat berhasil dan memuaskan," kata Rustandi, di hadapan para pelajar Indonesia di Mesir, Senin (19/12). Tapi Rustanto tak merinci keberhasilan yang diperoleh.

Padahal, Ketua Majelis Al-Syaab (DPR) Mesir, Fathi Sourur, seorang diri menerima mereka. Itu pun sambil sibuk menjawab delapan kali panggilan telepon dengan lama bicara 5-15 menit, menandatangani surat-surat, dan beberapa kali keluar ruangan.

'Perlakuan' parlemen Mesir saat menerima rombongan DPR ditanggapi Wakil Ketua DPR, Soetardjo Soerjogoeritno. ''Itu kutukan Firaun,'' kata Soetardjo sambil terkekeh-kekeh. Setengah bercanda, Soetardjo menganggap itu kemarahan Firaun karena anggota BURT pergi secara sembunyi-sembunyi.

Menanggapi sikap Fathi ketika menerima mereka, Rustanto mengaku memahami kesibukan Fathi. Saat bertemu dengan Fathi, rombongan meminta jawaban tertulis, dan Fathi memberi sebuah buku tentang parlemen Mesir. Pernyataan puas juga diutarakan Rendry Lamajidu. "Saya harus katakan bahwa studi banding di Mesir ini sangat berhasil, dan saya akan membuat laporan lengkap mengenai masalah tersebut kepada fraksi saya (FPDIP) di DPR," ujar Rendry Lamajidu.

Pernyataan berbeda dilontarkan Abdullah Azwar Annas dari FKB. "Secara jujur saya akui bahwa kami tidak maksimal memperoleh hasil dari studi banding ini," kata Azwar.

Presiden Persatuan Pelajar-Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir, Rio Erismen Armen, menilai bahwa studi banding mereka tidak efektif. Oleh karena itu, ia mengingatkan agar di masa mendatang, studi banding DPR cukup dilakukan oleh beberapa pakar sesuai bidangnya. Selain itu, program ke luar negeri itu perlu dipaparkan ke publik sehingga tidak terjadi kontroversi yang tajam.

Tentang tujuan studi banding, Rustanto mengatakan bukan untuk mempelajari penyusunan RUU Perjudian. ''Tujuan utama kami ke Mesir adalah untuk studi banding mengenai masalah yang bertalian dengan urusan kerumahtanggaan DPR,'' tegas Rustanto. Tapi, pertanyaan seputar urusan kerumahtanggaan yang diajukan ke Fathi, tak terjawab oleh Fathi.

Wacana mengenai studi banding tentang masalah perjudian dimunculkan Djoko Edhi Soecipto Abdurrahman yang juga ikut dalam rombongan. Menjawab pertanyaan dari mahasiswa, Djoko yang tampil berapi-api, membenarkan bahwa dia sempat mengatakan ihwal studi banding perjudian di Mesir itu sebagai jawaban atas pertanyaan pers di Jakarta.

Ketua DPR, Agung Laksono, menyayangkan kalau ada kunjungan yang tidak sesuai dengan rencana. ''Pangalaman saya, kalau kunjungan ke luar negeri itu jauh-jauh hari sudah ada konfirmasi dari seluruh perjalanan,'' kata Agung. Semuanya sudah disusun berdasar misi yang dibawa anggota DPR.

Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid, mengemukakan Badan Kehormatan DPR bisa memintai pertangungjawaban 15 anggota DPR yang pergi ke Mesir. "Banyak hal misterius dari kunjungan itu, mulai dari izin, program, dan anggaran yang digunakan. Seharusnya, sebagai wakil rakyat, semua disampaikan secara transparan," kata Hidayat di Surabaya.

Kepala Bidang Politik KBRI Kairo, Agus Salim, mengatakan, rombongan DPR menuju Dubai, Uni Emirat Arab, Selasa (20/12). Menurut dia, rombongan akan melakukan studi banding di Dubai selama dua hari, setelah itu baru pulang ke Jakarta. Menurut jajak pendapat televisi Al-Arabiya, Dubai, adalah tempat berbelanja yang nyaman. ( dwo/ant )

Sumber: Republika - Rabu, 21 Desember 2005
 

Solusi Kesalahan Mengetik Artikel
68