Kumpulan Berita Hukum Indonesia
Parman Suparman Penuhi Panggilan

Berbeda dengan langkah Ketua Mahkamah Agung Bagir Manan yang telah menolak panggilan Komisi Yudisial, hakim agung Parman Suparman, Rabu (21/12), memenuhi panggilan komisi itu.

Parman datang 1,5 jam lebih awal dari jadwal yang ditentukan, yakni pukul 10.00. Parman diperiksa Ketua Komisi Yudisial Busyro Muqqodas, Irawady Joenoes, Soekotjo Soeparto, dan Mustafa Abdullah di ruangan Busyro.

Koordinator Bidang Pengawasan Kehormatan, Keluhuran Martabat, dan Perilaku Hakim Komisi Yudisial Irawady Joenoes, mengatakan, Parman membantah telah menerima suap dari Probo maupun perantaranya. Parman juga mengaku tidak kenal Harini dan Pono Waluyo cs.

Sejauh ini, kata Irawady, komisi belum menemukan indikasi suap kepada majelis seperti yang pernah diungkapkan Pono. Ia melihat permasalahan itu membesar gara-gara lamanya penanganan perkara sehingga membuka peluang terjadinya permainan.

Sehari sebelumnya, Usman Karim yang juga dipanggil Komisi Yudisial tak memenuhi panggilan. Ia sedang cuti.

Praktisi hukum Todung Mulya Lubis berpendapat, sikap Bagir menolak panggilan Komisi Yudisial diduga terkait akan jatuhnya prestise institusional MA. Saat ini di benak hakim agung tertanam persepsi bahwa panggilan Komisi Yudisial menyebabkan turunnya prestise dan gengsi. ”Padahal, wajar sekali jika komisi memeriksa hakim, termasuk hakim agung. Itu memang tugasnya,” kata dia.

Ia menyarankan Ketua MA dan Ketua Komisi Yudisial membuat aturan baku/protokol mengenai pemeriksaan hakim agung. Ini untuk menghindari penolakan atau pengingkaran terhadap Komisi Yudisial yang justru merugikan upaya perbaikan itu sendiri.

Sumber: http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0512/22/Politikhukum/2308042.htm

Solusi Kesalahan Mengetik Artikel
62