Kumpulan Berita Hukum Indonesia
DAU Juga untuk Bayar Kredit Rumah Mantan Anggota DPR

Jakarta, Kompas - Selain untuk membiayai kegiatan Komisi VI DPR periode 1999-2004 memantau penyelenggaraan haji, Dana Abadi Umat atau DAU juga digunakan untuk melunasi kredit rumah salah satu anggota DPR periode yang sama.

Hal tersebut terungkap dalam sidang kasus korupsi DAU dengan terdakwa mantan Menteri Agama Said Agil Husin Al Munawar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (19/12). Sidang yang dipimpin Cicut Sutiarso itu menghadirkan mantan anggota Komisi VI, Abduh Paddare, dan auditor utama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Haryanto.

Kepada majelis hakim, Abduh mengatakan pernah menerima uang 1.000 dollar Amerika Serikat (AS) untuk kegiatan pemantauan penyelenggaraan haji. Uang tersebut merupakan bantuan dari Departemen Agama kepada Komisi VI secara institusi, bukan dibagikan langsung kepada anggota DPR.

Selain itu, Abduh juga menerima uang bantuan sebesar Rp 50 juta untuk membayar kredit rumahnya di Bekasi. Dana itu dikucurkan setelah Abduh mengajukan permohonan pribadi kepada Said Agil.

”Saya memang membuat surat kepada Menag. Isinya, antara lain, sehubungan dengan keinginan saya memiliki rumah yang layak, saya mengajukan kredit rumah dengan harga sekian, tipe sekian. Untuk itu, mohon dibantu,” kata Abduh. Surat tersebut dikirimkan pada 27 Agustus 2003.

Tidak berapa lama, tepatnya tanggal 15 Oktober 2003, bantuan tersebut cair. Abduh mengambilnya dari Bendahara DAU, Abdul Rosjad.

Dalam sidang yang sama, saksi lainnya, Haryanto, mengatakan tim auditor menemukan beberapa penyimpangan, seperti penggunaan dana yang tidak sesuai dengan kriteria, tidak efisien, dan tidak efektif. Salah satu penyimpangan yang dicontohkan Haryanto adalah penyewaan pondok haji untuk 30.000 anggota jemaah calon haji pada tahun 2004. Pondok tersebut tidak digunakan karena ke-30.000 anggota jemaah calon haji batal datang ke Jeddah.

Tindak lanjut

Ketua Tim Koordinasi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tastipikor) Hendarman Supandji yang dihubungi kemarin sore menegaskan, keterangan Abduh Paddare pasti ditindaklanjuti. Abduh dapat diperiksa dalam kaitannya sebagai penerima Dana Abadi Umat.

”Minggu depan ada rapat Tim Tastipikor. Akan dibahas dulu kelanjutannya seperti apa,” kata Hendarman. (ANA/IDR)

Sumber: Kompas - Selasa, 20 Desember 2005

Solusi Kesalahan Mengetik Artikel
42