Kumpulan Berita Hukum Indonesia
Pazkah Suzetta Diperiksa KPK

Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Paskah Suzetta, Jumat (28/11) mulai sekitar pukul 10.00, diperiksa selama sekitar satu jam oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Paskah yang juga Wakil Ketua Komisi IX DPR periode 1999- 2004 ini dimintai keterangan sebagai saksi kasus aliran dana Rp 100 miliar dari Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia dan Bank Indonesia (BI) pada tahun 2003 dengan tersangka empat mantan Deputi Gubernur BI. Mereka adalah Aulia Pohan, Bunbunan EJ Hutapea, Maman Soemantri, dan Aslim Tadjuddin.

Paskah menjadi saksi pertama yang dimintai keterangan setelah keempat mantan Deputi Gubernur BI itu ditahan KPK pada Kamis lalu.

Ketika akan meninggalkan Gedung KPK pada pukul 11.20, Paskah mengatakan, dirinya ditanya penyidik tentang mekanisme kerja di Komisi IX DPR; sejarah rencana perubahan Undang-Undang BI; hingga penyelesaian kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Gagasan perubahan UU BI, lanjut dia, sudah muncul sejak tahun 2000, tetapi baru direalisasikan pada 2003. Pemerintah juga yang memiliki inisiatif dalam pembicaraan di DPR tentang penyelesaian kasus BLBI, terutama tentang penyelesaian surat utang pemerintah ke BI.

Paskah kembali menegaskan, dalam kasus ini dia tidak menerima uang Rp 1 miliar, seperti yang pernah disampaikan terdakwa Hamka Yandhu yang juga mantan anggota Komisi IX DPR.

Sementara itu, kuasa hukum Aslim Tadjuddin, kemarin, mengajukan penangguhan penahanan untuk kliennya ke KPK. Salah satu alasannya, Aslim harus merawat ibunya yang berumur 94 tahun. Dalam surat tertanggal 28 November 2008 itu disebutkan, sebagai jaminan dari permohonan ini adalah Marniza Marnis, istri Aslim.

Sesaat setelah Aslim dan tiga rekannya ditahan, Ketua KPK Antasari Azhar mempersilakan untuk mengajukan penangguhan penahanan. Selanjutnya KPK akan memutuskan untuk mengabulkan atau menolaknya. Namun, selama ini KPK belum pernah mengabulkan penangguhan penahanan terhadap tersangka yang sudah mereka tahan.

Juru Bicara KPK Johan Budi menambahkan, Aulia dan tiga rekannya akan diajukan secara bersama-sama ke pengadilan. (NWO)

Sumber: Kompas - Sabtu, 29 November 2008

Solusi Kesalahan Mengetik Artikel
6363