Kumpulan Berita Hukum Indonesia
Deddy Suwarsono Terpaksa Berikan Uang

Terdakwa kasus dugaan suap pengadaan kapal patroli, Deddy Suwarsono, mengatakan memberikan uang kepada anggota DPR, Bulyan Royan, karena terpaksa. Ia telah mengeluarkan uang sebesar Rp 1,680 miliar dalam beberapa tahap kepada Bulyan Royan.

Hal ini diungkapkan Deddy, Direktur Utama PT Bina Mina Karya Perkasa, saat diperiksa keterangannya sebagai terdakwa di Pengadilan Khusus Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Jumat (7/11). Sidang yang dipimpin oleh Teguh Hariyanto ini akan dilanjutkan Senin (17/11) dengan agenda pembacaan tuntutan.

Deddy mengatakan, kasus yang menimpa dirinya ini karena ia menjalankan komitmennya dengan Bulyan. Deddy mengatakan, ia mengenal Bulyan karena diperkenalkan oleh para pejabat Departemen Perhubungan.

Saat ditanya majelis hakim, apa peran penting Bulyan sehingga ia mau memberikan uang kepada Bulyan, Deddy mengatakan ia sendiri tidak jelas. ”Karena ada kaitannya dengan anggaran, saya berpikir beliau (Bulyan) bisa merekomendasikan siapa-siapa yang menjadi pemenang,” kata Deddy yang mengaku terpaksa memberikan uang karena tiga tahun tidak mendapat tender proyek.

Kata Deddy, ia terpaksa memberikan meskipun ia sadar telah menyalahi aturan. ”Memberikan uang itu tidak benar, tetapi dalam kenyataan kadang kita harus melanggar aturan. Kalau tidak, kita mati,” kata Deddy.

Hakim Achmad Linoh mengatakan, ”Di sinilah letak berkembangnya korupsi.” Deddy menambahkan, ”Saya rasa harus mulai dari pejabatnya, kalau pejabat enggak mau, pengusaha harus berkompetisi, saya justru malah senang.”

Achmad Linoh mengingatkan bahwa selaku pengusaha, Deddy seharusnya berani untuk tidak memberikan uang. Achmad Linoh mengatakan, ia tidak yakin bahwa kalau tidak memberi uang, usaha akan mati. ”Kalau dilihat, kan, bukan saya yang proaktif. Kami pengusaha diundang dan diberi persyaratan seperti ini,” kata Deddy.

Deddy menjelaskan, ia memberikan uang kepada Bulyan dalam beberapa tahap. Penyerahan pertama dilakukan Agustus 2007 di Starbucks sebesar Rp 100 juta. Penyerahan berikutnya September dan Oktober 2007 dengan rincian Rp 50 juta dan Rp 100 juta. Selanjutnya, kata Deddy, ia menyerahkan Rp 1,430 miliar.

”Uang itu merupakan 7 persen dari pagu anggaran. Semula Pak Bulyan meminta 8 persen, tetapi akhirnya setuju menurunkan permintaan itu dan menjadi 7 persen,” kata Deddy. (VIN)

Sumber: Kompas - Sabtu, 8 November 2008

Solusi Kesalahan Mengetik Artikel
6266