Kumpulan Berita Hukum Indonesia
Vonis Mantan Wali Kota Makassar Ditambah Setahun

JAKARTA -- Mahkamah Agung menolak permohonan kasasi Baso Amirudin Maula. Majelis hakim kasasi menyatakan mantan Wali Kota Makassar itu terbukti melakukan korupsi dalam kasus pengadaan mobil pemadam kebakaran pemerintah daerah Makassar pada 2003. "Terdakwa dihukum lima tahun dan denda Rp 200 juta subsider enam bulan kurungan," kata Kresna Harahap, anggota majelis hakim kasasi, kemarin.

Baso Amirudin juga diharuskan membayar uang pengganti kerugian korupsi sebesar Rp 600 juta. Kresna mengatakan vonis terhadap Baso ditambah setahun dari putusan majelis banding yang memvonisnya empat tahun penjara. Vonis tingkat banding ini sama seperti putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada 6 Maret 2008. "Ada yang memberatkan," ujar Kresna. Namun, dia mengaku lupa alasan yang memberatkan Baso Amirudin.

Adapun Taufan Pawe, pengacara Baso Amirudin, mengatakan belum bisa berkomentar lebih jauh. Alasannya, dia belum mengetahui putusan terhadap kliennya itu. "Kami harus berkoordinasi dulu dengan klien," ujarnya saat dihubungi kemarin. Selain itu, Taufan mengatakan belum resmi menerima salinan putusan kasasi tersebut.

Kresna menambahkan, majelis kasasi Mahkamah Agung kemarin juga telah memutus perkara korupsi dua mantan pejabat Badan Pengawas Tenaga Nuklir, Sugiyo Prasojo dan Hieronimus Abdul Salam. Menurut Kresna, Mahkamah Agung menambah hukuman untuk dua mantan pejabat tersebut masing-masing lima tahun penjara. "Majelis hakim mengabulkan permohonan kasasi jaksa," ujar Kresna. Sebelumnya, majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada 22 Februari 2008 menghukum Sugiyo tiga tahun penjara dan Hieronimus 4,5 tahun penjara. SUTARTO | SUKMA

Sumber: Koran Tempo - Rabu, 19 November 2008

Solusi Kesalahan Mengetik Artikel
6307