Kumpulan Berita Hukum Indonesia
Jaksa Sita Rp 2,41 Miliar dari Ditjen AHU

Jaksa dari Satuan Khusus Penanganan Tindak Pidana Korupsi kembali menyita bukti korupsi Sistem Administrasi Badan Hukum pada Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum atau Ditjen AHU Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia, Senin (24/11). Jaksa Reda Mantovani, Narendra, dan Yunita menyita Rp 2,41 miliar dari Ditjen AHU.

”Penyitaan ini menyusul yang sebelumnya,” kata ketua tim penyidik, Faried Harianto. Seperti diberitakan (Kompas, 21/11), pada Kamis lalu jaksa menyita Rp 18,5 miliar dari Koperasi Pengayoman Pegawai Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia (KPPDK).

Sistem Administrasi Badan Hukum (Sisminbakum) dikelola dan dilaksanakan oleh KPPDK dan PT Sarana Rekatama Dinamika sejak Februari 2001. Dalam pelaksanaannya diduga terjadi korupsi, antara lain dengan adanya pungutan terhadap pemohon badan hukum. Apalagi pungutan itu ternyata tak masuk ke kas negara.

Terkait korupsi Sisminbakum, enam advokat mengajukan permohonan praperadilan terhadap Pemerintah Negara Republik Indonesia cq Jaksa Agung RI. Permohonan praperadilan itu terkait penahanan Romli Atmasasmita dan penanganan perkara korupsi Sisminbakum.

Permohonan itu didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (24/11). Advokat yang mengajukan permohonan praperadilan itu adalah Frans Hendra Winarta, Tommy Sihotang, Abdul Fickar Hadjar, Iskandar Sonhadji, Bambang Widjojanto, dan Firman Widjaja.

Dalam permohonan praperadilan, mereka menyebutkan memperoleh kuasa bertindak untuk dan atas nama Romli Atmasasmita. Romli—mantan Direktur Jenderal AHU Dephuk dan HAM—saat ini ditahan di Rumah Tahanan Salemba Cabang Kejaksaan Agung sebagai tersangka korupsi Sisminbakum.

Firman Widjaja yang ditemui di PN Jaksel mengatakan, permohonan praperadilan itu untuk mengetahui sejauh mana akuntabilitas penanganan perkara tersebut.

Bambang Widjojanto menegaskan, permohonan praperadilan tidak menyentuh substansi atau materi perkara. ”Kalau memang Pak Romli nanti terbukti bersalah, kami tak ada kaitannya dengan itu. Justru kami dorong agar jaksa mengungkapkan yang sebenarnya,” katanya. (idr/VIN)

Sumber: Kompas - Selasa, 25 November 2008

Solusi Kesalahan Mengetik Artikel
6331