Kumpulan Berita Hukum Indonesia
Mulya Lubis Diberhentikan 1,5 Bulan

Advokat senior Todung Mulya Lubis diberhentikan sementara selama 1,5 bulan oleh Majelis Kehormatan Kongres Advokat Indonesia atau KAI. Mulya Lubis dinilai bersikap tidak konsisten saat mewakili Menteri Keuangan dan Salim Group. Ia dinilai melanggar Pasal 2 Kode Etik Advokat Indonesia.

Namun, putusan itu tak bulat. Empat dari sembilan anggota majelis kehormatan, yakni advokat Kamal Firdaus, Ramdlon Naning, Artono, dan Ronggur Hutagalung, berpendapat sebaliknya. Mereka mengajukan dissenting opinion (pendapat beda), menyatakan tak ada benturan kepentingan saat Mulya mewakili Menkeu dan Salim Group.

Hal itu terungkap dalam putusan Majelis Kehormatan KAI yang dibacakan, Rabu (3/12) di Jakarta. Sidang dipimpin Kamal Firdaus. Anggota lainnya adalah Ali Azi Tjasa, Irok, Jawahir Thontowi, Zen Zanibar, dan Taufiqurrohman Syahuri.

Menurut Majelis Kehormatan, sikap inkonsisten terlihat ketika Mulya Lubis mewakili kepentingan hukum pemerintah (Menkeu) yang menyimpulkan Salim Group melanggar master settlement and acquisition agreement, dan karena itu menimbulkan kerugian negara. Namun, saat mewakili Salim Group dalam menghadapi gugatan dari Sugar Group Companies, dia berpendapat sebaliknya.

Sikap inkonsistensi itu bertentangan dengan Pasal 2 Kode Etik yang menentukan advokat harus bersikap satria, jujur dalam mempertahankan keadilan dan kebenaran dilandasi moral yang tinggi, luhur, dan mulia.

Mulya Lubis mengaku terkejut dengan putusan itu. Sekalipun merasa tak bersalah, dia bisa menerima putusan itu.

Mulya Lubis sebelumnya diberhentikan oleh Dewan Kehormatan Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) DKI Jakarta sebab dinilai melanggar Pasal 3 dan 4 Kode Etik Advokat. (ana)

Sumber: Kompas - Kamis, 4 Desember 200

Solusi Kesalahan Mengetik Artikel
6378