Kumpulan Berita Hukum Indonesia
MA Tetap Hukum Irawady Selama 8 Tahun

Mahkamah Agung atau MA menghukum anggota Komisi Yudisial nonaktif, Irawady Joenoes, selama delapan tahun penjara dan denda Rp 400 juta, subsider enam bulan kurungan. MA juga menghukum Freddy Santoso, sama dengan putusan Pengadilan Khusus Tindak Pidana Korupsi, yaitu selama empat tahun penjara.

Vonis ini diputuskan majelis hakim kasasi di MA, Jakarta, Jumat (14/11). Majelis hakim kasasi yang diketuai Artidjo Alkostar, dengan anggota Krishna Harahap, Moegihardjo, Sophian Martabaya, dan Odjak Parulian Simanjuntak, berpendapat vonis Pengadilan Tipikor sudah tepat.

Pidana yang dijatuhkan kepada Irawady, yang dinyatakan menerima suap dari Freddy, terkait penyediaan tanah untuk kantor Komisi Yudisial, sama dengan putusan Pengadilan Tipikor. Barang bukti berupa uang 30.000 dollar AS dan Rp 600 juta yang diberikan Freddy kepada Irawady dirampas untuk negara.

Artidjo menjelaskan, khusus untuk perkara Irawady, majelis hakim mengabulkan permohonan kasasi jaksa penuntut umum. ”Majelis membatalkan putusan Pengadilan Tinggi Tipikor sebab Irawady terbukti melanggar Pasal 12b Undang-Undang No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Alasan majelis, Irawady terlihat aktif menelepon dan mengatur tempat serta waktu pertemuan,” katanya.

Artidjo melanjutkan, majelis hakim kasasi tak sependapat dengan Pengadilan Tinggi Tipikor, yang menilai Irawady melanggar Pasal 5 Ayat 2 UU No 31/1999. ”Kalau Pasal 5 Ayat 2, adalah suap pasif, sementara yang dilakukan Irawady adalah suap aktif. Ia terlihat aktif menelepon dan mengatur pertemuan,” katanya.

Untuk perkara Freddy, kata Artidjo, majelis hakim kasasi menolak permohonan kasasinya. ”Yang kasasi hanya Freddy,” ujarnya. Majelis berpendapat, yang diputuskan pengadilan sebelumnya sudah benar. Alasan kasasi yang diajukan terdakwa, berupa penilaian hasil pembuktian, tidak bisa dipertimbangkan karena bukan termasuk alasan kasasi.

Pengadilan Tipikor memvonis Irawady selama delapan tahun penjara dan denda Rp 400 juta, subsider enam bulan kurungan. Di tingkat banding, Pengadilan Tinggi Tipikor memvonis enam tahun penjara dengan denda sebesar Rp 200 juta.

Pada September 2007, Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap Irawady dan Freddy setelah keduanya melakukan transaksi pemberian-penerimaan dana di rumah kerabat Irawady di Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan. (vin)

Sumber: Kompas - Sabtu, 15 November 2008

Solusi Kesalahan Mengetik Artikel
6295