Kumpulan Berita Hukum Indonesia
Oentarto Bantah Hari Sabarno

Mantan Direktur Jenderal Otonomi Daerah Departemen Dalam Negeri Oentarto Sindung Mawardi menuding mantan Menteri Dalam Negeri Hari Sabarno menyampaikan pernyataan bohong terkait dengan dugaan korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran di daerah pada tahun 2002-2004.

Kebohongan itu antara lain tentang hubungan Hari dengan Direktur Utama PT Istana Sarana Raya, Hengky Samuel Daud, yang sekarang menjadi buron dalam kasus pengadaan mobil pemadam kebakaran untuk sejumlah daerah di Indonesia ini.

Demikian disampaikan Oentarto, Selasa (11/11), seusai diperiksa di gedung KPK, Jakarta. Oentarto telah ditetapkan sebagai salah satu tersangka dalam kasus ini karena pada Desember 2002 menerbitkan Radiogram Mendagri Nomor 22 Tahun 2002 tentang pengadaan mobil pemadam kebakaran.

Menurut dia, radiogram itu dibuat atas perintah Hengky yang saat itu diketahuinya sebagai staf khusus Hari Sabarno.

Intelijen

Oentarto juga mengaku, saat meminta pembuatan radiogram, Hengky sempat mengeluarkan dua senjata api dan kartu identitas sebagai anggota intelijen.

Spesifikasi mobil pemadam kebakaran yang disebut di dalam radiogram itu ternyata hanya dimiliki PT Istana Sarana Raya. Akibatnya, sejumlah kepala daerah lalu memesan mobil kepada perusahaan itu. Dalam kasus ini, sejumlah kepala daerah telah diproses hukum. Mereka antara lain mantan Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan, mantan Gubernur Riau Saleh Djasit, mantan Wali Kota Makassar Baso Amirrudin Maula, dan mantan Wali Kota Medan Abdillah.

Setelah jadi menteri

Seusai diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Oentarto pada Jumat pekan lalu, Hari Sabarno mengaku mengenal Hengky setahun setelah dia menjadi Menteri Dalam Negeri.

Setelah tidak lagi menjadi menteri, dia mengaku tidak lagi berhubungan dengan Hengky yang diketahuinya sering menggunakan mobil berpelat nomor Markas Besar (Mabes) TNI ini.

Oentarto membenarkan, mobil Land Cruiser yang sering dikendarai Hengky berpelat nomor Mabes TNI. Namun, dia meragukan jika Hari Sabarno baru mengenal Hengky setelah menjadi menteri.

”Saya mengenal Hengky dari dia (Hari Sabarno). Saya juga pernah bertanya tentang Hengky dan dijawab (oleh Hari Sabarno), sudah mengenalnya sejak di Mabes TNI,” ujarnya.

Oentarto juga mengatakan pernah bertemu dengan Hengky dan istrinya di rumah Hari Sabarno di kawasan Cibubur.

Saat pertemuan itu terjadi, Hari Sabarno, yang terakhir berpangkat letnan jenderal TNI, sudah tidak lagi menjadi menteri.

Sedangkan Hengky tidak lagi diketahui keberadaannya sesaat setelah KPK menggeledah rumahnya pada Mei 2007.

Dia juga mengaku akan sangat bergembira jika dapat dikonfrontasi dengan Hari. ”Tetapi itu terserah KPK,” ujarnya. (NWO)

Sumber: Kompas - Rabu, 12 November 2008

Solusi Kesalahan Mengetik Artikel
6283