Kumpulan Berita Hukum Indonesia
Khairiansyah Diperiksa 11 Jam

Jakarta, Kompas - Mantan auditor Badan Pemeriksa Keuangan Khairiansyah Salman diperiksa selama 11 jam di Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (15/12). Khairiansyah diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi dana abadi umat Departemen Agama. Khairiansyah didampingi oleh para pengacaranya, yakni Soleh Amin, Chandra Hamzah, dan Abdul Fickar Fadjar.

Sebelumnya, Khairiansyah dalam kasus korupsi KPU ini telah ditetapkan sebagai tersangka korupsi DAU oleh kejaksaan sejak November lalu bersama tiga rekannya yang lain, yakni Mukrom Asad, Tuhari Sawanto, dan Harijanto. Selesai diperiksa, Khairiansyah menjelaskan bahwa dirinya mendapat sekitar 20 pertanyaan. Namun, ia menolak menjelaskan materi pertanyaan.

Saya ditanya sebagai saksi, jadi bicara masalah umum. Mungkin lebih baik ditanyakan langsung ke penyidik. Saya masih akan diperiksa sebagai saksi Selasa depan, katanya. Kuasa hukum Khairiansyah, Soleh Amin, menyampaikan, pertanyaan yang diajukan di antaranya soal identitas, pendidikan, dan tugas Khairiansyah sebagai auditor BPK. Khusus dalam kapasitasnya sebagai auditor, Khairiansyah ditanya seputar tugas mengaudit perjalanan haji maupun dan soal DAU. Untuk audit DAU, saudara Khairiansyah tidak melakukan audit itu, ungkap Soleh.

Ia menambahkan, Khairiansyah juga ditanya mengenai keterlibatan tiga tersangka lainnya, yakni Mukrom, Tuhari, dan Harijanto. Disinggung soal uang Rp 10 juta yang diterima Khairiansyah, Soleh menjawab, Tidak ada pertanyaan itu. Pemeriksaan kali ini masih fokus pada tiga tersangka lainnya, termasuk klasifikasi soal bukti-bukti yang ada. Soleh menduga Selasa depan kejaksaan akan mengonfrontasi antara Khairiansyah dan tiga tersangka lainnya.

Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat Salman Maryadi mengatakan belum menerima laporan dari penyidik soal pemeriksaan Khairiansyah. Ia memastikan, apabila keterangannya belum cukup, Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat akan meminta keterangan tambahan dari Khairiansyah. Menurut Salman, kejaksaan sudah memeriksa Tuhari Sawanto dan Mukrom Asad, Rabu (14/12). (IDR)

Sumber: Kompas - Jumat, 16 Desember 2005

Solusi Kesalahan Mengetik Artikel
25