Kumpulan Berita Hukum Indonesia
Rekanan Departemen Hukum Menjadi Tersangka

JAKARTA -- Kejaksaan Agung resmi menetapkan Yohanes Waworuntu, Direktur Utama PT Sarana Rekatama Dinamika, sebagai tersangka baru kasus dugaan korupsi Sistem Administrasi Badan Hukum di Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. "Dia ikut menerima dana Sistem Administrasi Badan Hukum dan menandatangani perjanjian," kata Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Marwan Effendy kepada wartawan di kantornya kemarin.

Menurut Marwan, surat penetapan tersangka sudah diteken Direktur Penyidikan Tindak Pidana Khusus Muhammad Farela. Namun, dia belum memastikan kapan Yohanes akan diperiksa. "Surat panggilan dia sebagai tersangka segera dikirim," kata Marwan.

Dalam dokumen perjanjian antara PT Sarana dan Koperasi Pengayoman (koperasi departemen) Nomor 135/K/UM/KPPDK/XI/2001 dan Nomor 021/Dir/YW-SRD/XI/2000 tertanggal 8 November 2000, tercantum tanda tangan Ketua Umum Koperasi Pengayoman Ali Amran Djanah dan Direktur Utama PT Sarana Yohanes Waworuntu. Perjanjian tersebut juga diketahui dan diteken bekas Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Yusril Ihza Mahendra selaku pembina koperasi.

Terkait dengan kasus Sistem Administrasi Badan Hukum ini, diduga negara telah dirugikan senilai lebih dari Rp 400 miliar ini. Sebelumnya, Kejaksaan sudah menetapkan tiga tersangka. Mereka adalah Romli Atmasasmita, Zulkarnain Yunus, dan Syamsuddin Manan Sinaga. Ketiganya adalah bekas Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum Departemen Hukum yang menggandeng PT Sarana.

Menurut Marwan, mantan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Mahfud Md. dinyatakan tak terlibat dalam kasus ini. "Pak Mahfud dijamin aman," kata Marwan.

Nama Mahfud sempat disebut oleh Yusril Ihza Mahendra, mantan Menteri Kehakiman, setelah diperiksa Kejaksaan beberapa waktu yang lalu. Sama seperti terhadap Mahfud, kata Marwan, Kejaksaan belum merasa perlu memeriksa Andi Mattalata, Menteri Kehakiman sekarang. "Pak Andi kan orang baru. Beliau tak mengetahui apa-apa," kata dia. DWI WIYANA | ANTON SEPTIAN

Sumber: Koran Tempo - Kamis, 27 November 2008

Solusi Kesalahan Mengetik Artikel
6353