Kumpulan Berita Hukum Indonesia
Aulia Pohan dan Tiga Rekannya Ditahan

Komisi Pemberantasan Korupsi, Kamis (27/11), menahan mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Aulia Tantowi Pohan. Turut juga ditahan, tiga rekannya sesama mantan Deputi Gubernur BI, yaitu Bunbunan EJ Hutapea, Maman Soemantri, dan Aslim Tadjuddin.

Penahanan dilakukan sebagai bagian dari pengusutan kasus aliran dana Rp 100 miliar dari Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI) dan BI tahun 2003. Sebagian dari dana itu diduga mengalir kepada anggota DPR periode 1999-2004.

KPK menetapkan Aulia dan tiga rekannya sebagai tersangka kasus ini pada 29 Oktober 2008. Penetapan itu diumumkan sekitar satu jam setelah Pengadilan Khusus Tindak Pidana Korupsi memvonis mantan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah dengan hukuman lima tahun penjara karena dinyatakan terbukti terlibat dalam perkara aliran dana ini.

KPK menitipkan Aulia dan Maman di Rumah Tahanan Markas Brimob Kelapa Dua, Depok (Jawa Barat). Bunbunan dan Aslim dititipkan di Rumah Tahanan Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Jakarta.

Saat tiba di KPK, Kamis sekitar pukul 09.25, untuk menghadiri pemeriksaan keempat, Aulia yang datang bersama Bunbunan menyatakan siap ditahan. ”Masa saya tidak siap,” katanya. Aslim dan Maman menyusul tiba di KPK.

Namun, tanda penahanan Aulia dan tiga rekannya baru terlihat jelas pukul 15.40 saat tujuh mobil KPK, empat di antaranya mobil tahanan, parkir berjajar di depan gedung KPK. Dua mobil lainnya bersiap di pinggir Jalan HR Rasuna Said, di depan kantor KPK.

Sekitar pukul 16.38, Aslim pertama kali keluar dari gedung KPK, menaiki mobil tahanan dan pergi dengan dikawal dua mobil KPK lainnya.

Aulia dan Maman keluar bersama dari gedung KPK pukul 17.15. Sebelum memasuki mobil tahanan, Aulia, yang memakai baju lengan pendek warna krem dan menenteng ransel hitam di bahu kirinya, mengucapkan, ”Selamat Jalan”, kepada puluhan wartawan yang menantinya. Bunbunan baru meninggalkan gedung KPK sekitar pukul 17.40.

Amir Karyatin, koordinator pengacara keempat tersangka itu, mengatakan, Aulia sempat meminta penundaan penahanan satu atau dua hari sebab ada acara keluarga, tetapi tak diberikan.

Setelah diberi tahu akan ditahan, Aulia juga meminta izin kepada penyidik untuk berbicara dengan keluarganya melalui telepon.

Ketua KPK Antasari Azhar menegaskan, penahanan Aulia dan tiga rekannya bukan hal yang istimewa. Selain berdasarkan adanya alasan obyektif dan subyektif, KPK juga mempunyai kebiasaan untuk menahan tersangka sebelum yang bersangkutan dibawa ke pengadilan. (nwo)

Sumber: Kompas - Sabtu, 29 November 2008

Solusi Kesalahan Mengetik Artikel
6360