Kumpulan Berita Hukum Indonesia
Kasus Korupsi Proyek Pasar Kadungora, Garut Dilimpahkan ke Pengadilan

BANDUNG--MIOL: Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (14/12), melimpahkan berkas perkara kasus korupsi proyek renovasi Pasar Kadungora senilai Rp724.803.620 ke pengadilan negeri (PN) setempat.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Garut, Setia Untung Muladi kepada Media mengatakan, dilimpahkannya berkas perkara atas nama tiga tersangka, masing-masing mantan Kepala Dinas Pasar Garut Kustiawan, Dudung Tajudin (Ketua Koperasi Pasar Laksana Jaya), dan Soleh Abdul Yomas (Manajer Koperasi Pasar Laksana Jaya), karena proses penyidikan terhadap kasus korupsi proyek renovasi Pasar Kadungora oleh tim jaksa penyidik yang diketuai Masril dianggap selesai.

"Selain menyerahkan berkas perkara, dan pengajuan (berkas) dakwaan, kami juga telah membentuk tim jaksa penuntut umum (JPU) untuk menghadapi jalannya sidang nanti," papar Untung.

Menurut Untung, ketiga tersangka didakwa melakukan penyelewengan dana anggaran pendapatan dan belanja daerah (ABPD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut melalui proyek renovasi pasar, sehingga mengakibatkan kerugian negara Rp724.803.620. "Ketiga tersangka akan dikenakan pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 ayat 1 hurup b Undang Undang (UU) no 31 tahun 1999 jo pasal 43 UU no 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 KUHP dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara."

Kasus tersebut terungkap ketika salah seorang di antara tersangka melakukan pencairan dana talangan untuk proyek renovasi Pasar Kadungora di Bank Jabar, akhir Agustus 2004.
"Mereka tidak menggunakan dana tersebut untuk keperluan (proyek) Pasar Kadungora, melainkan untuk keperluan pribadi. Perbuatan itu yang kami sidik hingga berkasnya dilimpahkan ke pengadilan," tutur Untung. (EM/OL-02).

Sumber: MIOL - Rabu, 14 Desember 2005 17:01 WIB

Solusi Kesalahan Mengetik Artikel
8