Kumpulan Berita Hukum Indonesia
Emir dan Willem Akui Terima Uang

Ketua Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Emir Moeis dan anggota Komisi IX DPR, Willem Tutuarima, mengaku pernah menerima uang dari Ketua Subkomisi Perbankan Komisi IX DPR Hamka Yandhu. Namun, mereka mengaku uang yang mereka terima tidak sebanyak yang disebut Hamka.

Bahkan, Willem, yang menjadi anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan DPR periode 1999-2004, mengaku uang itu berupa pinjaman.

Hal ini disampaikan Emir dan Willem ketika bersaksi di Pengadilan Khusus Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (12/11). Keduanya menjadi saksi untuk terdakwa Hamka Yandhu dan Anthony Zeidra Abidin, yang didakwa jaksa penuntut umum menerima aliran dana dari Bank Indonesia (BI) atau Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI) tahun 2003. Saat kejadian, keduanya adalah anggota Komisi IX DPR.

Emir mengatakan, ia pernah menerima uang dari Hamka senilai 2.500 dollar AS sewaktu hendak melakukan perjalanan. Ia juga pernah menerima uang lagi dari Hamka, sebesar Rp 75 juta, untuk keperluan kampanye dirinya pada Pemilihan Umum 2004.

Jaksa KMS Ronny mengklarifikasi isi berita acara pemeriksaan (BAP) Emir, yang menyebutkan bersedia mengembalikan dana Rp 250 juta ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). ”Ini di BAP Saudara mengembalikan Rp 250 juta, sementara di sidang Saudara menyampaikan menerima 2.500 dollar AS,” ujarnya.

Emir mengatakan, penyidik KPK menyampaikan, uang Rp 250 juta adalah uang titipan hingga perkara ini bisa dibuktikan di pengadilan. ”Hanya dititipkan. Saya tidak menerima Rp 250 juta. Pertama yang 2.500 dollar AS saya menerima Mei atau Juni. Sedangkan yang Rp 75 juta pada Juli atau Agustus,” katanya.

Saat ditanyakan uang 2.500 dollar AS itu untuk kunjungan ke mana, Emir Moeis menjawab, ”Kalau tidak salah kunjungan kerja atau kunjungan ke luar negeri. Saya lupa. Tetapi sepertinya kunjungan kerja.”

Emir juga mengatakan, ia tidak pernah tahu ada dana dari BI atau YPPI yang diberikan ke DPR.

Terima Rp 50 juta

Sedangkan Willem mengatakan, ia pernah menerima uang Rp 50 juta dari Hamka. ”Saya pernah utang dari Saudara Hamka Yandhu sekitar Mei atau Juni untuk memperbaiki rumah,” katanya.

Willem membantah bahwa ia menerima uang yang disampaikan melalui anggota DPR, Dudi Makmun Murod.

Willem juga menjelaskan bahwa ia tidak pernah ikut Panitia Khusus (Pansus) DPR terkait kasus Bantuan Likuiditas BI. ”Saya tidak ikut pansus. Jadi, tidak tahu persoalan. Saya masuk, pansus sudah jalan. Sejak saya masuk sampai berhenti, tahun 2002 sampai September 2004 saya tidak ikut pansus,” kata Willem.

Hamka saat memberikan tanggapan mengatakan, uang yang ia berikan kepada Emir jumlahnya total Rp 300 juta, yang ia berikan secara bertahap.

Hamka juga mengatakan, untuk Willem, ia tidak pernah meminjamkan uang Rp 50 juta dan juga tak pernah memberikan Rp 50 juta. ”Tetapi jatah Saudara Saksi Kedua (Willem) dari Dudi Makmun Murod Rp 250 juta,” katanya. (VIN)

Sumber: Kompas - Kamis, 13 November 2008

Solusi Kesalahan Mengetik Artikel
6287