Kumpulan Berita Hukum Indonesia
Penyidik Nurdin Hanya "Copy-Paste" Berkas Saksi Waris

TEMPO Interaktif, Jakarta: Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri Komisaris Jenderal Makbul Padmanagara membantah lima anggota penyidik kasus Nurdin Halid telah memalsukan tandatangan para saksi. "Bukan pemalsuan, hanya pelanggaran profesi," kata Makbul kepada wartawan, Kamis (22/12), di Jakarta.

Pengadilan Negeri Jakarta Utara menolak dakwaan jaksa dalam perkara penyelundupan gula dengan terdakwa Nurdin Halid, pekan lalu. Alasannya, 19 saksi yang tercantum dalam dakwaan tidak pernah diperiksa.

Makbul mengakui, anak buahnya hanya copy-paste (mengopi dan kemudian menempelkan begitu saja) berkas pemeriksaan saksi Waris Halid (adik Nurdin, tersangka lain kasus yang sama) ke berkas Nurdin Halid. "Itu pun dilakukan karena terpaksa, demi tanggung jawab," kata Makbul.

Para penyidik, kata Makbul, terpaksa melakukan hal itu karena dikejar waktu batas akhir penahanan Nurdin. Ia menuturkan, dua hari menjelang batas akhir penahanan Nurdin, kejaksaan minta berkas pemeriksaan dipisah menjadi dua, yakni berkas Nurdin dan berkas Waris. "Padahal ada 32 orang saksi," kata Makbul.

Menurut Makbul, penyidik mengopi berkas pemeriksaan saksi hanya bagian yang berupa identitas dan kondisi saksi. "Jadi, substansinya tidak ada karena belum masuk materi pemeriksaan," katanya.

Meski demikian, Makbul tidak menyangkal bahwa yang dilakukan anak buahnya tersebut salah. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada pengadilan untuk menentukan keabsahan berkas pemeriksaan Nurdin.

Soal kemungkinan pemberkasan ulang terhadap Nurdin Halid, Makbul mengatakan, akan melihat lebih dahulu putusan pengadilan. Erwin Dariyanto

Sumber: Tempo Interaktif - Kamis, 22 Desember 2005 | 17:20 WIB

Solusi Kesalahan Mengetik Artikel
77