Kumpulan Berita Hukum Indonesia
Petani Jambi Mengadu Ke KPK

Jambi -- Sejumlah petani sawit yang merupakan mitra PT Tunjuk Langit Sejahtera berencana mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta hari ini. Mereka mengaku tidak puas atas kinerja Kejaksaan Tinggi Jambi mengusut dugaan kasus kredit macet perusahaan ini di Bank Mandiri.

"Kami saat ini sudah di Jakarta dan besok akan mendatangi KPK untuk menyerahkan berkas kasus dugaan kredit macet PT Tunjuk Langit Sejahtera senilai Rp 96 miliar," kata Wajdi, kuasa hukum para petani mitra, kepada Tempo. Mereka meminta lembaga tersebut mengambil alih pengusutan.

Kepala Seksi Penyidikan Kejaksaan Tinggi Jambi M. Soleh membantah kalau pihaknya disebut tidak serius mengusut dugaan kredit macet TLS. "Tidak benar kalau proses pengusutan kasus PT Tunjuk Langit itu mandek, kami masih menunggu hasil audit BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan)," katanya.

BPKP Perwakilan Jambi mengaku sedang mengaudit kasus ini. "Sekarang masih dalam tahap pengumpulan data," kata Parmono, Sekretaris Hubungan Masyarakat BPKP Perwakilan Jambi.

Soleh mengatakan kejaksaan saat ini meneliti adanya unsur pidana atau tidak dalam kasus ini. Namun, dia menegaskan kejaksaan sudah menetapkan dua tersangka, yaitu Robert Maruli, Direktur Utama PT TLS, dan Ahmad Effendi alias Mat Pening, mantan Ketua KUD Sadar.

Hasil penyidikan pihak kejaksaan menemukan tunggakan angsuran PT Tunjuk Langit dalam triwulan I 2008 beserta bunganya sebesar Rp 17 miliar. Namun, itu tidak termasuk besarnya uang kredit perusahaan kepada Bank Mandiri Rp 96 miliar.

PT Tunjuk Langit Sejahtera telah membantah pemberitaan yang mengatakan mereka memiliki kredit macet Rp 96 miliar di PT Bank Mandiri Tbk. Bantahan ini disampaikan Edison Panjaitan, kuasa hukum perusahaan itu. SYAIPUL BAKHORI

Sumber: Koran Tempo - Senin, 24 November 2008

Solusi Kesalahan Mengetik Artikel
6329