Kumpulan Berita Hukum Indonesia
Penyidik Sita Dokumen dari Ali Rahman

Jakarta, Kompas - Untuk kedua kalinya, mantan Sekretaris Negara Ali Rahman diperiksa penyidik Tim Koordinasi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Rabu (14/12). Mantan Setneg pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid itu diperiksa sebagai saksi perkara korupsi pengelolaan aset Sekretariat Negara yang diduga merugikan negara Rp 1,7 triliun. Sebelumnya, Ali Rahman diperiksa pada tanggal 8 Desember.

Pemeriksaan di lantai dua Gedung Bundar berlangsung hanya sebentar, sekitar pukul 9.30 hingga 10.15, karena hanya diisi penyerahan surat atau dokumen dari Ali Rahman kepada penyidik. Surat itu terkait dengan pengalihan hak guna tanah Hotel Hilton. Seusai diperiksa, Ali Rahman meninggalkan Gedung Bundar melalui pintu belakang. Biasanya, pintu belakang selalu tertutup dan terkunci.

Menurut Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kejagung) Masyhudi Ridwan di Kejagung, Rabu (14/12), dokumen yang berada di tangan Ali Rahman disita untuk digunakan sebagai barang bukti. Namun, belum dapat dipastikan apakah dokumen yang disita ini termasuk surat yang sebelumnya dinyatakan mantan Menteri Sekretaris Negara Muladi telah diblokir. Jumlah dokumen yang disita juga belum dapat dipastikan.

Kemarin penyidik perkara korupsi aset Gelora Bung Karno yang diketuai jaksa Daniel Tombe juga memeriksa Haryono (mantan Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional DKI Jakarta) dan Waldus Situmorang (mantan Kepala Seksi Hak Atas Tanah BPN Jakarta Pusat). Keduanya diperiksa sejak pukul 9.30. Sampai saat ini, Tim Tastipikor belum menetapkan tersangka. (idr)

Sumber: Kompas - Kamis, 15 Desember 2005

Solusi Kesalahan Mengetik Artikel
18