Kumpulan Berita Hukum Indonesia
KPK Dalami Pengakuan Hamka Yandhu

JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi akan mendalami pengakuan Hamka Yandhu, terdakwa skandal penyuapan dana Bank Indonesia sebesar Rp 31,5 miliar, ke anggota Dewan Perwakilan Rakyat 1999-2004 yang menyebut nama Paskah Suzetta. "Fakta persidangan tersebut akan menjadi tambahan informasi bagi Komisi untuk melakukan penyelidikan," kata Haryono Umar, Wakil Ketua Komisi Bidang Pencegahan, kepada Tempo semalam.

Hamka Yandhu, mantan anggota Komisi Keuangan dan Perbankan DPR periode 1999-2004, mengaku selalu melaporkan setiap tindakannya saat menerima dan membagikan uang dari bank sentral kepada Paskah. Saat itu Paskah menjabat Wakil Ketua Komisi Bidang Keuangan DPR. "Apa yang saya lakukan saya laporkan kepada beliau (Paskah)," kata Hamka dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Rabu lalu (Koran Tempo, 4 Desember).

Hamka juga mengaku pernah diperintah Paskah mengantarkan Rp 500 juta untuk Chandra Wijaya. Chandra adalah mantan anggota Panitia Khusus Amendemen Rancangan Undang-Undang BI dari Fraksi PDI Perjuangan. "Saya disuruh Paskah mengambil dari sebagian dana pemberian BI."

Sebelumnya, pada persidangan akhir Oktober lalu, Hamka mengaku sering melaporkan kegiatannya terkait dengan dana dari Bank Indonesia kepada Paskah. Ia juga menyatakan telah memberikan uang jatah untuk Paskah senilai kurang-lebih Rp 1 miliar.

Namun, Haryono menegaskan Komisi belum akan memanggil Paskah, yang saat ini menjabat Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, dalam waktu dekat. "Beliau (Paskah) sudah beberapa kali dipanggil sebagai saksi. Sampai sekarang statusnya masih saksi."

Saat dimintai konfirmasi, Paskah kembali membantah pengakuan Hamka di pengadilan itu. Ia menyatakan tidak pernah mendapat laporan maupun dihubungi Hamka terkait dengan aliran dana bank sentral. "Saya tidak pernah mendapat laporan. Ditelepon (Hamka terkait dengan aliran dana) juga tidak pernah," kata Paskah kepada Tempo kemarin.

Paskah menyatakan telah berulang kali memberikan bantahan atas tudingan keterlibatannya, baik saat diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi maupun dalam persidangan. "Pencarian informasi terkait keterlibatan saya dalam kasus itu bukan hal baru," katanya.

Pada 28 Oktober, Paskah pernah dihadirkan sebagai saksi di pengadilan antikorupsi untuk Hamka Yandhu dan Antony Zeidra Abidin, kolega Hamka di Komisi Keuangan yang juga menjadi terdakwa. Penyidik komisi antikorupsi juga pernah memeriksa Paskah tiga kali, yakni pada 10 Juni, 7 Agustus, dan 28 November lalu.

Kemarin Paskah menyatakan siap diperiksa kembali untuk mengungkap kasus aliran dana ini. Ia akan bersikap kooperatif dan menaati hukum. "Selama ini, saya tidak pernah ngumpet-ngumpet kalau diperiksa," kata Paskah, "Terbuka sajalah." DWI WIYANA | KURNIASIH BUDI | REH ATEMALEM SUSANTI

Sumber: Koran Tempo - Jumat, 5 Desember 2008

Solusi Kesalahan Mengetik Artikel
6383