Kumpulan Berita Hukum Indonesia
Theo Toemion Mengaku Siap Bertanggung Jawab

Jakarta, Kompas - Mantan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Theo Toemion menyatakan, selaku pimpinan, dia bertanggung jawab atas apa yang terjadi di dalam program Indonesia Investment Year 2003-2004, bukan anak buahnya ataupun penyelenggara program. Theo mengaku, dia menunjuk langsung PT Catur Dwi Karsa Indonesia karena pascabom Bali 2002 membuat investor asing takut masuk ke Indonesia. Hal ini diungkapkan mantan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Theo Toemion yang diperiksa untuk kedua kalinya di KPK, Jakarta, Jumat (16/12). Ia diperiksa selama 9,5 jam.

Ditanya apakah benar dia membuat memo yang berisi jaminan agar Bank Mandiri mencairkan kredit untuk PT Catur Dwi Karsa Indonesia, Theo menolak berkomentar. Materi penyidikan silakan tanyakan ke penyidik KPK. Saya cuma diminta klarifikasi, tolong hormati asas praduga tak bersalah, ujarnya. Ia juga menolak berkomentar saat ditanya aliran uang dari rekening sekretaris pribadinya Stefanus Handoyo Setiawan Rp 6,5 miliar dan stafnya yang lain, Ojak Tambunan, sebesar Rp 1,88 miliar ke rekening pribadinya. Tidak ada itu. Tolong hormati asas praduga tak bersalah, ujar Theo.

Program Indonesia Investment Year 2003 bernilai Rp 22 miliar dan Indonesia Investment Year 2004 bernilai Rp 25 miliar merupakan program tahun investasi yang dicanangkan secara nasional oleh Megawati Soekarnoputri. Sebelumnya, Direktur Utama PT Catur Dwi Karsa Indonesia Geisye Dowling membenarkan perusahaannya ditunjuk langsung oleh Theo. Namun, ia menolak menjelaskan soal aliran uang dari perusahaannya ke rekening orang-orang terdekat Theo Toemion.

Sumber Kompas di KPK menjelaskan, dari perusahaan rekanan Theo ini, masuk sejumlah uang ke rekening Stefanus Handoyo Setiawan. Nilainya mencapai Rp 6,5 miliar. Rinciannya, Agustus 2003 masuk senilai Rp 1 miliar, Maret 2004 Rp 2,470 miliar, Juni 2004 masuk Rp 1 miliar, dan Desember 2004 Rp 1,2 miliar.

Uang tersebut ditransfer kembali ke rekening Theo. Sedangkan staf Theo yang lain, Ojak Tambunan, juga ditemukan aliran uang Rp 1,8 miliar dari Ojak ke rekening Theo. Kemarin, KPK juga memeriksa Kepala Subdirektorat Promosi Dalam Negeri BKPM Ir Minarto. Sebelumnya, KPK memeriksa Direktur Promosi BKPM Widiatna dan Manajer Bank Mandiri Cabang Sudirman Joko Setyo Utomo. Widiatna membenarkan dalam program IIY 2003-2004, Theo menunjuk langsung.

Di awal penawaran terdapat dua perusahaan, yaitu PT Catur Dwi Karsa Indonesia dan PT Hardip. Namun, Theo memilih PT Catur untuk menjalankan proyek-proyek IIY yang mayoritas merupakan proyek nonfisik. Theo Toemion menjelaskan dirinya adalah seorang profesional yang masuk ke BKPM, bukan seorang birokrat. Sebagai seorang profesional, saya berpikir bagaimana secepatnya menjalankan program ini.

Memang banyak yang harus dipelajari, seperti Keppres soal pengadaan barang dan jasa, tetapi saya berpikir cepat saja bagaimana investasi bisa masuk ke Indonesia, ujar Theo. Ia mengatakan, dalam konsepnya ia ingin mendirikan sebuah stasiun televisi yang menayangkan soal Indonesia. Namun, proyek itu belum terealisasi. (VIN)

Sumber: Kompas - Sabtu, 17 Desember 2005

Solusi Kesalahan Mengetik Artikel
36