Koleksi Artikel Hukum Indonesia
Riuh Suara Setelah Tersangka

Status tersangka Khairiansyah Salman dalam kasus Dana Abadi Umat menuai polemik. Pada satu sisi, banyak pihak khawatir kasus ini meredam kasus korupsi di negara ini. Direktur Eksekutif Masyarakat Transparansi Indonesia Agung Hendarto, misalnya, menganggap kejaksaan seharusnya menaruh prioritas memeriksa pejabat negara yang ikut menerima Dana Abadi Umat.

Alasannya, menurut Agung, kasus penetapan tersangka Khairiansyah yang pernah mengungkap kasus korupsi di Komisi Pemilihan Umum bisa menutup masuknya informasi tentang indikasi korupsi. Whistleblower seperti Khairiansyah bisa bungkam karena kasus ini. "Efeknya luar biasa kontraproduktif. Padahal whistleblower ditakuti koruptor," ujar Agung pekan lalu.

Ketua Dewan Pengurus Transparency International Indonesia Todung Mulya Lubis meminta kejaksaan tidak diskriminatif dalam mengusut kasus suap Dana Abadi Umat. Dia mendesak kejaksaan segera mengusut penerima dana lainnya selain Khairiansyah. Dia menilai, Khairiansyah hanyalah orang kecil dibanding penerima dana yang lainnya. "Jangan hanya berhenti pada semut!" katanya.

Kejaksaan pun masih bergeming. Ketua Tim Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Hendarman Supandji meminta penetapan status tersangka mantan auditor Badan Pemeriksa Keuangan ini tidak dipolitisasi. Alasannya, penyidikan kasus ini dilakukan sudah sesuai dengan koridor hukum dengan melihat unsur kesengajaan dalam melakukan korupsi. "Kami tidak diskriminatif, semua dievaluasi. Dan, kami berjalan sesuai dengan koridor hukum," kata Hendarman.

Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh malah meminta semua pihak berhati-hati dalam memberikan penghargaan terhadap seseorang. Maklum, banyak orang kaget nama Khairiansyah menjadi tersangka dalam kasus Dana Abadi Umat.

Sejak awal, suara sumbang memang muncul saat Khairiansyah mengungkap kasus korupsi di Komisi Pemilihan Umum dan kemudian menerima Integrity Award dari Transparency International. Mantan bos Khiariansyah, Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Anwar Nasution, bahkan terang-terangan menuding Khairiansyah tukang tilap. "Tukang tilep kok mendapat Integrity Award," kata Anwar. THOSO | EDY CAN | DIAN Y


Koran Tempo - Minggu, 04 Desember 2005

Solusi Kesalahan Mengetik Artikel
6