Koleksi Artikel Hukum Indonesia
Pendaftaran Calon KPK Masih Sepi, Panitia Harus Proaktif

Jakarta, Kompas - Hari kedua pendaftaran calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi tidak satu orang pun mendaftar. Para aktivis antikorupsi menilai metode perekrutan yang dilakukan panitia seleksi pimpinan KPK cenderung bersikap pasif, hanya menunggu orang yang datang mencalonkan diri.

Suasana di ruang pendaftaran calon pimpinan KPK di Kantor Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara, Jumat (15/6), sepi. Tidak ada satu orang pun yang datang mendaftar, padahal para wartawan sudah menunggu sejak pagi hari.

Pada hari pertama juga hanya empat orang yang mendaftar, yaitu dua orang yang mendaftar langsung ke ruang pendaftaran dan dua orang lainnya hanya melayangkan dokumen pendaftaran melalui pos.

Kedua orang yang mendaftar langsung adalah Andi Bachtiar (hakim ad hoc Pengadilan Khusus Tindak Pidana Korupsi) dan Hertanto Tjahyosuryo (konsultan marketing perbankan). Dua orang yang mendaftarkan melalui pos adalah Kolonel Wirson Tober (pensiunan TNI AU dan mantan Dewan Pembina Asosiasi Seniman Minang) serta Imam Hardjono (dosen Fakultas Geografi dan Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Direktur Eksekutif Masyarakat Transparansi Indonesia Agung Hendarto mengkritik tidak bergaungnya pendaftaran calon pimpinan KPK ini. Agung yang pernah menjadi tim teknis panitia seleksi calon pimpinan KPK periode 2004- 2007 mengharapkan panitia membuat sistem perekrutan transparan dan fair. "Ini untuk meminimalisasi masuknya kepentingan politik di dalam pencalonan," kata Agung.

Anggota Badan Pekerja Indonesia Corruption Watch (ICW), Adnan Topan Husodo, mengatakan, panitia seleksi harus proaktif dengan mendatangi kelompok-kelompok masyarakat untuk mencari orang-orang terbaik.

Menurut dia, pengambilan keputusan tidak boleh hanya sebatas kehendak ketua panitia seleksi. "Karena, panitia seleksi sekarang dipimpin menteri yang juga merupakan orang politik," ujar Adnan.

Mekanisme pengambilan keputusan, lanjut Adnan, harus melibatkan semua anggota, untuk menghindari adanya putusan-putusan sepihak.

Jangan khawatir

Sekretaris Panitia Seleksi Pimpinan KPK Gunawan Hadisusilo menjelaskan, panitia seleksi juga akan proaktif. Contohnya, rencana pertemuan Panitia Seleksi Pimpinan KPK dengan LSM- LSM yang selama ini aktif menaruh perhatian pada pemberantasan korupsi, Rabu depan.

Gunawan meminta tidak perlu muncul kekhawatiran akan masuknya intervensi politik di dalam pemilihan calon pimpinan KPK mengingat unsur pemerintah hanya dua orang saja di dalam komposisi panitia seleksi, yaitu Ketua Panitia Seleksi Taufiq Effendi dan Sekretaris Panitia Seleksi Gunawan Hadisusilo (Deputi Pengawasan Menneg PAN). (VIN)


Kompas - Sabtu, 16 Juni 2007
Solusi Kesalahan Mengetik Artikel
19