Artikel Kesehatan

 

Buka lebar pintu-pintu bagi Kristus
 

Rubrik Konsultasi Rohani
Pesan dan kesan anda setelah mengunjungi situs ini
Undang teman anda untuk mengunjungi website ini!
Jika anda ingin menerima berita terbaru dari situs ini, masukan email anda disini:

Daftar Keluar milis
Jadwal Misa Kudus di Indonesia
Link Situs-situs Katolik
Hai!! Jangan lupa kami menerima hasil karya tulisan anda untuk meramaikan situs ini. Kirim email ke: webmaster.

Anda bisa jadi evangelis?
Poin penting sejarah Gereja
Katekismus: Persatuan Gereja
Santa Maria dari Kazan
Basilika St.Maria Mayora
St.Yohanes Krisostomus
Dari Yahudi jadi Katolik
Kesaksian dari sejumlah individu dari berbagai latar belakang yang menjadi Katolik
Gary Hoge
Paul Thigpen
Rosalind Moss
Dr.Douglas Lowry
Glen Allen
Alex Jones bagian 1
Alex Jones bagian 2
Alex Jones bagian 3
Alex Jones 4
Keluarga Steve Ray
David Palm
Larry dan Joetta Lewis

Kebenaran Tidak Mengenal Warna
oleh Glen Allen

Apakah Gereja Katolik di Amerika adalah "agama orang kulit putih" ? Bagaimana Tuhan bisa mengatasi rasa antipati dan prasangka buruk rasialisme? Dalam presentasi video yang berjudul "Truth Has No Color", mantan pendeta Pentakosta, Alex Jones, memperkenalkan sesama mantan pendeta kulit hitam yang baru-baru ini masuk Katolik, Glen Allen.

Glen Allen adalah anak ke-6 dari 10 bersaudara dalam suatu keluarga kulit hitam. Dia dibesarkan di daerah proyek rumah murah di kota Milwaukee. Glen mengalami sendiri sisi terburuk dari huru-hara rasial di tahun 60-an dan 70-an. Pamannya sendiri mati terbunuh dalam perjuangan oleh kaum kulit hitam untuk mendapatkan hak untuk ikut pemilu di wilayah Selatan dan hari ini memorinya dikenang di Civil Right memorial di kota Montgomery, Alabama.

Pada tahun 1967 Glen menyaksikan huru-hara di Milwaukee dan ketika masih di sekolah menengah pertama, dia juga bahkan terlibat dalam gerakan hal-hak sipil dan ikut berparade dengan seorang imam Katolik bagi persamaan hak dan keadilan dalam mendapatkan tempat tinggal bagi orang kulit hitam. Lewat kebaikan hati seorang Katolik yang kaya-raya sehingga Glen bisa meninggalkan proyek perumahan orang miskin dan menghadiri sekolah Yesuit yang berprestise tinggi. Ironisnya, justru disanalah suatu peristiwa yang makin mengeraskan kebenciannya terhadap orang kulit putih dan Gereja Katolik. Suatu malam, orang-orang dari kota datang dan menyerang murid-murid yang berkulit hitam. Glen sendiri dipukuli habis-habisan hingga salah satu matanya menderita kerusakan dan harus berjalan dengan memakai tongkat. Tidak satupun dari teman-temannya, orang Katolik yang berkulit putih, yang membelanya. Karena rasa sakit hatinya atas peristiwa ini, Glen memendam kemarahan yang sangat terhadap orang-orang kulit putih.

Dalam kisah yang menggambarkan rahmat Allah yang menyembuhkan kekerasan hati seseorang, Glen menemukan pesan Yesus dalam Matius 7:4 (keluarkan dulu selumbar dari matamu) yang membawanya untuk menyadari bahwa untuk mendapatkan keadilan, maka dirinya sendiri pertama harus bersikap adil. Untuk mendapatkan kebenaran maka kamu pertama harus menjadi benar. Kalau kamu tidak ingin dibenci, maka kamu tidak boleh membenci. Dan kalau kamu ingin membasmi rasialisme, maka pertama engkau sendiri tidak boleh menjadi seorang rasialis. Demikian proses untuk menganggap para orang kulit putih sebagai saudara-saudaranya, membawa hatinya yang dipenuhi kemarahan hingga dia menjadi seorang pendeta Baptis.

Meskipun dibesarkan sebagai Metodis, banyak dari anggota keluarga Glen mulai mencerminkan ketidak-samaan dari denominasional Protestanisme. Beberapa saudara dan saudarinya meninggalkan akar aliran utama Protestanisme dan menjadi Baptis, Pentekosta, non-denominasional, fundamentalis, aliran "kesehatan dan kemakmuran". Namun untungnya tidak ada diantara mereka yang jadi Katolik kata Glen sambil tersenyum. Glen menjadi patah hati melihat keluarganya terpisah-pisah dalam batasan-batasan denominasional. Sebagai seorang pendoa, Glen bertanya kepada Tuhan. "Tunjukan kebenaran kepada saya dan saya akan mengikuti kemanapun Engkau akan membawa saya." Dan di Universitas Wisconsin dalam kelas sejarah Gereja, dia menemukan tulisan-tulisan para Bapa-bapa Gereja perdana. Dalam video presentasinya anda akan merunut perjalanan spiritualnya sewaktu dia menemukan kebenaran dalam kutipan yang terkenal oleh almarhum Kardinal Newman. "To be deep in history is to cease to be Protestant" (Jika anda mendalami sejarah, maka anda akan berhenti jadi Protestan).

Berbagai kejadian-kejadian yang diceritakan oleh Glen dalam kesaksiannya yang mendalam, akan membuat anda berpikir keras dan menjadi sumber inspirasi. Anda akan tertawa dan boleh jadi anda juga akan bersedih, ketika Glen menceritakan tentang kemenangan Kristus atas kebencian dalam hidupnya, dan betapa kemenangan itu juga membawa Glen untuk menemukan bukti-bukti yang menggunung dalam Alkitab dan sejarah yang mendukung klaim-klaim Gereja Katolik.

Menurut sumber lain yang saya baca, di Amerika ada sekitar 40 juta warga keturunan kulit hitam dan "hanya" sekitar 2 juta diantaranya yang memeluk Katolik. Adalah suatu tantangan besar untuk meraih sebagian besar warga kulit hitam yang belum mengenal Gereja Katolik, atau malahan belum mengenal Kristus. Sungguh kesaksian-kesaksian dari warga-warga kulit hitam yang menjadi Katolik bisa menjadi sumber inspirasi bagi mereka, dan bahkan juga menjadi sumber inspirasi bagi kita umat Katolik, untuk tidak boleh menjadi seorang yang rasialis, membeda-bedakan orang karena latar belakang etnisnya dan memandang rendah orang lain dari etnis-etnis tertentu, biasanya yang lebih gelap kulitnya.

Glen Allen adalah warga Amerika keturunan Afrika yang keluarganya terlibat dalam gerakan hak-hak sipil di Amerika Serikat. Sebagai seorang pendeta Baptis di Milwaukee, Glen tadinya percaya bahwa dia mengenal baik iman Kristen Baptis-nya maupun iman Katolik, sampai ketika dia mulai belajar studi perbandingan agama-agama di Marquette University. Glen sangat berbakat alami dan merupakan seorang pembicara yang sangat mengesankan. Dia adalah pelajar Alkitab, filsuf, pakar budaya kulit hitam dan kini seorang apologis Katolik yang pandai bicara dan penuh dedikasi menerangkan dan membela iman Katolik.


Kisah ini disarikan dari presentasi video Glen Allen yang berjudul "Truth Has No Color" yang dapat anda peroleh dalam format VCD melalui website ini.
© Gereja Katolik

 

Toko Barang Antik   Pengobatan Herbal   Psikoterapi   Sekolah Sulap


Holistic Solution Center | Hypnosis Association | EFT Indonesia | Psikoterapis | Bawah Sadar | Belajar Hipnotis | Layanan Hipnoterapi | Belajar Hipnoterapi | Buku Hipnotis Gratis | Hypnosis Training | Organisasi Hipnosis | Master Hipnotis | Solusi Salah Ketik | Fakir Magic | Sekolah Sulap | Psikologi Indonesia | Terapi Musik | Aktivasi Otak | Neurotherapy | Pengobatan Herbal | Artikel Kesehatan | Pakar Seks | Terapi Seks | Master Seks | Obat Ejakulasi Dini | Perusahaan Furniture | Master Indonesia | Toko Barang Antik | Terapi Tertawa | Beasiswa & Lowongan Kerja | Kota Jepara | Pelatihan Internet Marketing