Beasiswa, Lowongan Kerja


Jl. Pasteur 12A
Bandung 40131
Telp: (022) 2030027  FAX: (022) 2038230

 
 

Warta Jemaat
(13 Mar 05)

Renungan:

Menyangkal diri, memikul salib dan mengikut Yesus

 (Markus 8: .1-9:1)

 

Masa pra paskah adalah saat yang baik bagi gereja untuk membuat refleksi-refleksi yang mempertanyakan komitmen keikutsertaannya pada Tuhan Yesus Kristus. Menjadi pengikut Kristus tidak dapat dimengerti tanpa konsekuensi. Meskipun diam-diam seringkali hal ini justru yang diharapkan oleh kita. Karena itu penting bagi gereja untuk selalu mengerti konsekuensi yang seharusnya ditanggung sebagai pengikut Kristus.

                Gereja mana yang tidak senang dan bangga kalau jumlah anggotanya terus bertambah dan menjadi banyak? Ini merupakan pertanyaan retoris yang hendak memperlihatkan bahwa gereja diperhadapkan pada perbedaan yang amat tipis antara mengikut Yesus dengan mengikuti kebanggaan diri sendiri. Barangkali tidak ada gereja yang secara terang-terangan menentang Yesus seperti dikatakan oleh Petrus. Tetapi menentang dengan sikap yang tidak mencerminkan kebenaran Kristus barangkali tidak terhitung jumlahnya. Padahal hakikat gereja adalah pengikut Kristus, dengan menjadi anggota tubuh dan Kristus sendiri yang menjadi kepala.

Apa itu kebenaran menurut Kristus? Pertanyaan ini dijawab melalui uraian tafsiran Markus 8:31-38. Markus 8:31-38 yang mengatakan bahwa hal mengikut Yesus dan melakukan kebenaranNya adalah dengan menyangkal diri dan memikul salib. Kedua hal ini adalah satu kesatuan yang menjelaskan dua hal penting, yaitu:

Pertama, soal kebanggaan dan kepentingan diri sendiri sebagai hal yang bukan utama.

Kedua, peristiwa salib  atau konsekuensi sebagai pengikut Kristus menjadi  bagian dalam kehidupan kita.

Di sini kita dapat juga mengingatkan bahwa “memikul salib” bukan berarti gereja mencari-cari masalah di tengah dunia agar menderita. “Memikul salib” adalah sikap yang bersedia menjadikan pembelaan pada kemanusiaan, terutama pada yang lemah, sebagai hal yang jauh lebih penting dibandingkan dengan kepentingan dan kebanggaan diri sendiri.

Karena itu gereja perlu memperjuangkan keseriusan sikap sebagai pengikut Yesus. Kritik pada begitu banyak acara ceremonial seperti ulang tahun gereja, penghargaan pendeta, dsb. Menjadi ironis jika ternyata tidak pernah diiringi pada pengertian, tindakan, dan perjuangan gereja itu sendiri dalam melayani manusia lain yang lemah. Atau pelayanan diakonia gereja masyarakat yang perlahan-lahan telah menjadi proyek kebanggaan gereja. .

 Tetapi membangun gereja yang taat pada Kristus adalah terus menerus belajar untuk menyangkal diri. Ini dilakukan dengan tidak menjadikan diri sendiri serta berbagai kepentingannya sebagai yang paling penting, sampai kita merasakan “sakit”. Sambil pada saat yang bersamaan kita sebagai gereja terus menerus pula belajar untuk menghadirkan pelayanan dan pembelaan bagi manusia lain yang amat membutuhkan. Sekalipun hal ini tidak selalu membuat kita nyaman.

 [Rancangan Khotbah GKI 2005]

 

 

 

 

Pengobatan Herbal, Obat Tradisional


Holistic Solution Center | Hypnosis Association | EFT Indonesia | Psikoterapis | Bawah Sadar | Belajar Hipnotis | Layanan Hipnoterapi | Belajar Hipnoterapi | Buku Hipnotis Gratis | Hypnosis Training | Organisasi Hipnosis | Master Hipnotis | Solusi Salah Ketik | Fakir Magic | Sekolah Sulap | Psikologi Indonesia | Terapi Musik | Aktivasi Otak | Neurotherapy | Pengobatan Herbal | Artikel Kesehatan | Pakar Seks | Terapi Seks | Master Seks | Obat Ejakulasi Dini | Perusahaan Furniture | Master Indonesia | Toko Barang Antik | Terapi Tertawa | Beasiswa & Lowongan Kerja | Kota Jepara | Pelatihan Internet Marketing

 

 

1