*** Ber-Amal ! Sekaligus Mendapat Jasa ! ***

 *** Waspadai Sumber Keonaran & Kericuhan di Lingkungan Anda ! ***

 

 

Jangan Pilih Orang yang Inkonsistensi !

 

Atik, 26 thn, Karyawati, Jakata Timur. 14 Mei 2005.

MAS, SEBELUM SAYA CERITA PANJANG LEBAR TERLEBIH DAHULU SAYA MINTA MAAF BILA ADA KATA KATA YANG KURANG BERKENAN. INI ADALAH KISAH NYATA SAYA DUA TAHUN SUDAH SAYA BERPACARAN EKO WAKTU ITU. IA MASIAH KULIAH DIMUHAMADIAH DAN SAYA SENDIRI BEKERJA. PADA WAKTU ITU KONDISI KEUANGAN DIA KURANG BEGITU BAIK DAN SAYA PUN MEMBANTU DALAM HAL APAPUN, MESKIPUN GAJI SAYA SETIAP  BULAN OVER LIMIT. TAPI SAYA SUKA,DAN SETELAH DIA DIWISUDA ALHAMDULLILAH DAPAT KERJAAN DI LG YANG CUKUP BONAFIT DENGAN GAJI YANG LUMAYAN BANYAK DAN AKHIRNYA DIA DI TRENING KE KOREA SELAMA 3 BULAN. TAPI SETELAH PULANG DARI KOREA DIA BERUBAH 100% DAN AKHIRNYA DIPUN MEMUTUSKAN HUBUNGAN DENGAN SAYA. DENGAN ALASAN DIA SUDAH PUNYA PACAR BARU. TAPI YANG SAYA SESALI KENAPA KETULUSAN DAN KESETIAAN SAYA DICAMPAKAN BEGITU SAJA SETELAH APA YANG DIA CITA2KAN TERCAPAI YAITU MEMPUNYAI PENGHASILAN YANG BESAR.

YANG SAYA INIGIN TANYAKAN CARA UNTUK MELUPAKAN DIA BAGAIMANA BIAR DIHATI SAYA TIDAK ADA RASA KESAL DAN KECEWA? TERIMA KASIAH ATAS BANTUAN ANDA.

 

 

MasIdan.

 

Tinggalkanlah orang-orang yang telah mempunyai jiwa Inkonsistensi diri.

 

Kami sudah cukup banyak membahas mengenai lelaki pada umumnya. Begitulah, hampir semuanya jika maunya sudah didapatinya. Sebagia besar dari mereka, juga merasa punya kebiasaan mengganti pilihannya, jika keadaannya menjadi berubah pula. Tentu saja mereka akan menganti yang dianggapnya punya level yang sama, atau paling tidak setara dengan level yang ada sekarang. Itulah mahkluk laki-laki jahat yang bodoh dalam memahami makna hidupnya, khususnya mempertahankan konsistensinya dalam hidupnya.

 

Konsistensi pemahaman hidup yang bodoh itu tak akan merugikan siapa-siapa, kecuali dirinya sendiri. Sebuah inkonsistensi yang akan segera terbentuk dalam jiwanya dalam menyikapi hidup selanjutnya. Sebagaimana manusia yang tak mampu mempertahankan konsistensi hidupnya, maka mereka akan selalu di bayang-banyangi oleh kepribadian yang selalu tidak konsisiten.

 

Jiwa yang sudah terbentuk menjadi inkonsistensi, selalu akan menyikapi hidupnya dengan selalu tidak konsisten juga. Ibarat penggemar otomotif, mereka akan membeli sepeda jika keadaan keuangannya mengharuskan mendapatkan itu semua. Namun kemudian setelah merasa mampu dan lebih maka ditinggalkanlah sepeda itu, tanpa merasa kehilangan apa-apa. Sebab mereka sudah mulai tertarik dengan sepeda motor yang mungkin lebih mengenakan dan lebih bergengsi. Maka belilah mereka sepeda motor. Namun kemudian karena rejekinya ternyata terus bertambah, maka nasib sepeda motornyapun, pastilah akan bernasib sama dengan sepedanya yang lalu itu.

 

Kemudian mulailah tertarik dengan mobil-mobil yang lalu lalang di jalanan itu. Ya, karena merasa cukup uang maka tentu saja akan segera membeli mobil yang sesuai dengan selera dan kemampuannya. Walaupun mungkin sepeda motor itu masih ada, tetapi tetaplah akan bernasib sama dengan sepedanya yang dulu itu. Seakan dicampakkan tanpa perhatian sedikitpun karena sudah punya kesayangan yang baru itu. Kebetulan sepeda dan motornya, itu hanyalah terbuat dari besi yang tak tahu apa-apa. Lalu bagaimana jika sepada dan motor itu punya perasaan dan jiwa. Maka betapa sakitnya mereka.

 

Lebih untung menjadi sepeda yang sudah ditinggal begitu saja, tak mau tahu akan dipungut atau mau diambil oleh siapa saja. Dan si sepeda masih punya harapan, ada orang yang punya jiwa dan perasaan yang akan memperhatikan dan merawatnya dengan penuh konsistensi. Tentu saja si sepeda akan mendapatkan hidupnya kembali seperti layaknya jiwa yang punya perasaan dan cinta. Lalu bagaimanakah nasib sepeda motor yang masih dipertahankan, namun dicampakkan sebagai barang bekas itu ? Remuk dan hancurlah nasibnya. Walau mungkin masih bisa dibawa kemana-mana seakan masih dipakai dan diperhatikannya. Akan tetapi sepeda motor itu hanya diperlihakan saja, supaya tampak masih dipakai dan diperhatikannya. Namun sebenarnya hanyalah sebuah kamufalse dari kenyataan yang ada. Sebuah kenyataan yang tidak tampak berpindahnya perhatian dan kasih sayangnya pada mobil barunya itu, yang bisa saja, si sepeda motor itu tidak tahu menahu keberadaannya. Kasihan sungguh kasihan nasib si sepeda motor itu, yang telah mau menjadi pilihan sementaranya itu. Sebuah pilihan dari jiwa yang sudah terbentuk dari sikap inkonsistensi diri itu.

 

Begitulah sikap yang sudah dibiasakan tidak konsisten dan bertanggung jawab. Sikap seperti itu akan terus berlanjut sesuai dengan keserakahannya. Keserakahan yang sebenarnya akan membawa derita bagi dirinya sendiri. Walau derita itu belum dirasakannya atau belum disadarinya. Belum disadar dan dirasakannya, sebelum terbentur masalah yang berat yang siap menunggu dan menghadangnya. Merekapun tidak sadar dan tahu jika dihadang oleh jebakan hidup yang menghadang dan menunggunya. Sampai dia benar-benar terperosok ke dalam lubang jebakan yang telah dibuatnya itu.

 

 

Tidak ada yang bisa diharapkan dari orang yang inkonsistensi diri.

 

Lalu apakah yang bisa diharapkan darinya ? Diharapkannya dari seseorang yang sudah terbukti melakukan tindakkan yang tidak bertanggungjawab dan inkonsistensi diri itu. Maukah anda akan bernasib sama dengan si sepda motor itu ? Mau berbuat bodohkah anda dengan bayangan kebaikan-kebaikan masa lalu yang terbukti tidak ada apa-apanya itu. Masihkah anda terbayang dengan kebaikan-kebaikan dan perhatian yang seakan dulu pernah anda rasakan itu ? Sekarang mana buktinya itu semua ? Masihkah anda tidak memahami kelemahan anda yang masih berharap sesuatu, yang mungkin akan mencampakkan anda tanpa perasaan dan jiwa itu ? Maukah anda akan berbuat bodoh untuk yang kedua kalinya ? Silahkan saja kalau anda masih mau berbuat bodoh dengan berharap-harap sesutu yang mustahil dan justru jelas-jelas akan selalu mencmpakkan anda itu ? Maukah anda berbuat bodoh seperti ini ?

 

Memang sebagai wanita, seperti umumnya semua wanita, tidak akan pernah melupakan kisah manis masa lalunya. Ingat tidak hanya anda sebagai wanita, tapi hampir semua wanita yang mencoba menjalani hidup ini, seperti apa adanya. Namun mereka umumnya bersegera untuk bangkit dan memilih yang seharusnya dipilih. Bukan malah masih berharap pada masa lalu yang tampaknya manis itu. Tampak manis namun sudah terbukti dengan sangat jelas, bahwa semua itu adalah kebohongan belaka. Sebuah kebohongan yang telah terbukti pada akhirnya. Jadikalah masa lalu itu menjadi catatan sejarah, pelajaran dan hikmah. Bukan malah sering termenung dan berharap-harap. Disamping jelas-jelas membuang-buang waktu, tenaga, dan pikiran, anda juga telah melakukan sesuatu yang sama sekali tak ada gunanya. Bangkitlah dan memilih, seperti yang telah dilakukan banyak wanita pada umumnya. Mereka ingin bangkit, karena tak ada gunanya menghentikan jalan hidup ini. Mereka bangkit karena ingin menapaki jalan hidupnya kemudian, yang masih banyak ada perhatian dan kasih sayang yang sejati. Bukan berhenti seakan hanya kasih sayang dan perhatian yang nyata-nyata penuh kebohongan itu, yang masih selalu diharap dan ditunggu-tunggu itu.

 

Sudahlah, janganlah membuat lubang perangkap hidup sendiri dengan sikap yang masih berharap-harap. Kami heran anda telah dikianati dan dibohongi, tetapi anda sendiri yang harus menanggung derita ini. Di lain pihak, si penjahat bodoh itu masih bisa tertawa-tawa hampa dengan kecukupan materi dan akan bersegera membeli sepeda motor yang jelas-jelas akan dicampakkannya suatu ketika itu. Siapakah yang mau-maunya menjadi orang bodoh dalam menyikapi hidup ini ?

 

Janganlah anda kecewa dan kesal untuk menjadi besi baja yang mahal harganya itu. Sebab kalau anda tidak mau menghadapi ujian hidup ini, apapun ujian yang harus anda hadapi, maka hanyalah akan menajdi besi tua yang tak akan pernah berguna kecuali hanya menjadi barang rongsokan belaka. Maka sikap hidup ini dengan ujian seperti apa adanya. Sebuah ujian supaya manusia menjadi besi baja. Besi baja yang selalu mengambil hikmah dan pelajaran, bukan malah dendam dan kecewa. Sebab kalau masih ada dendam dan kecewa, maka anda tak akan pernah memahmi banyak makna dalam kehidupan ini.

 

Sebuah makna yang akan membawa anda menjadi wanita yang berguna dan berhati baja. Maka hadapilah ujian sebagaimana yang lainnya, bukan seakan diri anda saja yang harus menghadapi itu semua. Bangkitlah dan memilih yang lainnya, sepertia apa yang  meraka lakukan sebagai wanita, yang menginginkan sebuah makna dalam hidupnya. Mereka wanita yang akan bersyukur dan bahagia penuh makna. Penuh makan karena tidak mudah terjebak dengan segala kebohogan-kebohongan yang akan selalu ada. Merkea bersyukur karena telah menjadi pilihan orang-orang (laki-laki) yang tidak akan berbuat bodoh dalam menyikapi hidupnya. Bukan menjadi pilihan lelaki jahat dan bodoh yang hanya akan mencampakan mereka selama hidupnya.

 

Itulah sekelumit makna dari orang yang dengan apa adanya mau menerima sebuah ujian hidup. Bukan orang-orang bodoh yang hanya bisa mengumbar kecewa dan dendam. Sebab dendam dan kecewa terhadap hidup hanya akan merugikan dirinya sendiri, karena ketidakmampuan memahami makna dari itu semua. Ketidakmampuan memahami makna, hanya karena dendam dan kecewa. Lalu siapakah orang bodoh yang mau-maunya menyikapi hidup ini menjadi penuh dendam dan rasa kecewa ? Sipakah yang akan merugi sendiri ? Penjahat bodoh itukah ? Atau malah anda sendiri ?

 

Jadi, ayolah hadapi hidup ini supaya syarat akan makna !

Tapakilah jalan hidup ini dengan lamgkah maju dan terus maju !

Janganlah berhenti hanya untuk meratapi dan bermimpi tiada arti !

Semua pasti mengalami, maka wajarlah untuk dijalani !

Ayo bangkit dan memilih kembali !

Biarkanlah masa lalu menjadi sejarah yang penuh arti !

Selamat berjuang !

Ingat jangan sampai ketinggalan satu topikpun, karena disana banyak rahasia hidup yang telah banyak dilupakan oleh sebagian besar orang. Dijamin ! Kalau anda bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari semua topik yang ada, Niscaya serasa jiwa anda baru bangun dari tidur yang terlalu lama !. Terimakasih !